Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pembangunan Kantor Desa Mangkrak, Upah Tukang Pun Belum Dibayar

Koko Sulistyo • Selasa, 23 Desember 2025 | 10:37 WIB
Bangunan bakal kantor Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Bangunan bakal kantor Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pembangunan kantor Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), hingga kini belum juga rampung. Bangunan yang dibiayai dari Dana Desa tersebut dilaporkan terbengkalai dan belum dapat dimanfaatkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pembangunan kantor desa tersebut telah dicairkan 100 persen. Namun, secara fisik bangunan belum sepenuhnya selesai dan saat ini tampak ditumbuhi semak belukar.

Salah seorang tukang bangunan Ahmad Syamsudin mengatakan pembangunan kantor desa itu telah berlangsung hampir lima tahun, tetapi hingga kini belum rampung. Ia memperkirakan progres pembangunan baru mencapai sekitar 80 persen.

“Sudah hampir lima tahun dibangun, tetapi sampai sekarang belum selesai, padahal anggarannya sudah dicairkan sepenuhnya,” ujar Ahmad, Senin (22/12). 

Ia juga mengungkapkan bahwa upah para tukang, termasuk dirinya, hingga kini belum dibayarkan. Menurutnya, berbagai upaya penagihan telah dilakukan, namun belum mendapat respons dari pihak pemerintah desa, termasuk Kaur Pembangunan Desa Bumi Harjo.

Ahmad menjelaskan, saat pengerjaan proyek tersebut ia memasang tarif relatif murah untuk pekerjaan plester dan acian dinding, yakni Rp20 ribu per meter persegi. Hal itu dilakukan karena dirinya merupakan warga setempat dan ingin membantu pembangunan kantor desa.

“Upah saya sudah menggantung selama lima tahun. Perkiraan saya sekitar tujuh juta rupiah belum dibayarkan,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah melalui Inspektorat Kabupaten Kotawaringin Barat dapat melakukan audit terhadap pembangunan kantor desa tersebut. Menurutnya, perlu ada pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab proyek tidak selesai meski anggaran telah dicairkan.

Ahmad juga menyebutkan bahwa kepala desa yang menjabat saat proyek dimulai sudah berganti. Namun, ia menilai perangkat desa yang menangani pembangunan masih mengetahui proses pembangunan tersebut.

“Saya berharap pihak terkait segera melakukan audit agar persoalan ini menjadi jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumi Harjo saat ini belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan, meski telah diupayakan konfirmasi. (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
#mangkrak #kantor desa #Bumi Harjo #Kotawaringin Barat (Kobar)