PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun kini resmi memiliki Instalasi Bedah Sentral (IBS) dengan kapasitas 10 kamar operasi, serta ruang Intensive Care Unit (ICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj. Nurhidayah, Kamis (18/12/2025).
Direktur RSUD Sultan Imanuddin, dr. Fachrudin, mengatakan kebutuhan layanan bedah di rumah sakit tersebut terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data tahun 2024, sebanyak 8.500 pasien telah menjalani tindakan operasi. Sementara pada tahun 2025, jumlah pasien bedah tercatat mendekati 8.000 orang.
“Tingginya angka tersebut menjadi dasar pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas ruang operasi yang lebih memadai serta terstandar,” ujarnya.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Sultan Imanuddin saat ini didukung oleh 12 dokter spesialis bedah. Jumlah tersebut akan bertambah pada 2026 dengan hadirnya dokter spesialis bedah ortopedi pada awal tahun.
Selain itu, dua dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis bedah urologi dijadwalkan kembali bertugas pada pertengahan 2026, serta penambahan satu dokter spesialis bedah saraf pada akhir Desember 2025.
Ia menambahkan, ruang operasi yang diresmikan telah memenuhi standar layanan terintegrasi, mulai dari sistem pencegahan infeksi hingga ruang steril. Saat ini RSUD Sultan Imanuddin memiliki 16 tempat tidur ICU dan enam tempat tidur PICU.
“Sesuai standar Kementerian Kesehatan, kapasitas ruang perawatan intensif minimal 10 persen dari total tempat tidur rumah sakit. Karena itu, kami berencana menambah kapasitas hingga 270 tempat tidur pada 2026,” jelasnya.
Pembangunan Instalasi Bedah Sentral, ICU, dan PICU tersebut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikombinasikan dengan APBD serta pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Pihak manajemen rumah sakit menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, DPRD, dan masyarakat atas dukungan yang diberikan.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, menyatakan kebanggaannya atas perkembangan RSUD Sultan Imanuddin yang dinilai semakin representatif. Menurutnya, rumah sakit tersebut kini menjadi rujukan tidak hanya bagi wilayah sekitar, tetapi juga dari provinsi lain.
“Bahkan rumah sakit di luar daerah, seperti Rumah Sakit Hanau, juga merujuk pasien ke Kobar. Ini merupakan prestasi luar biasa yang melalui proses panjang. Dengan dukungan SDM dan fasilitas yang terus ditingkatkan, RSUD Sultan Imanuddin akan semakin optimal melayani masyarakat,” pungkasnya. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno