NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Selama tiga hari pelaksanaan Lamandau Expo di Alun-Alun Kota Nanga Bulik, Stan Polres Lamandau menjadi tempat pengaduan yang paling sering dikunjungi pengunjung, terutama terkait laporan anak hilang atau anak yang terpisah dari orang tuanya. Kepadatan pengunjung di area expo menjadi faktor utama terjadinya peristiwa tersebut.
Polwan Polres Lamandau Aiptu Fransisca Dhamayanti mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima beberapa laporan terkait anak yang terpisah dari orang tuanya.
“Setelah datang ke Stan kami dan kami bantu, akhirnya mereka berhasil kembali berkumpul dengan keluarganya,” ujarnya, Rabu (12/11).
Menurutnya, hingga hari ketiga pelaksanaan, setidaknya empat anak telah dilaporkan terpisah dari orang tuanya.
Membeludaknya pengunjung Lamandau Expo tahun ini tidak lepas dari penampilan artis ibu kota di panggung hiburan utama. Setiap malam, ribuan warga memadati alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Kondisi itu meningkatkan risiko anak-anak terlepas dari pengawasan orang tua di tengah keramaian.
Polres Lamandau mengimbau para pengunjung, terutama yang membawa anak kecil, agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan keberadaan anak-anak selama berada di area expo.
Selain itu, pengunjung juga diingatkan untuk menjaga barang bawaan dan tidak membawa barang berharga yang tidak diperlukan. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah tindak kriminalitas seperti pencurian atau kehilangan barang.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kerja sama antar pengunjung, Polres Lamandau berharap pelaksanaan Lamandau Expo dapat berjalan aman dan lancar serta terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno