Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Untama dan PKK Kelurahan Baru Kembangkan Akuaponik dan Olahan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting

Syamsudin Danuri • Selasa, 7 Oktober 2025 | 04:25 WIB
Sosialisai Tim Pengabdian Universitas Antakusuma bersama Anggota PKK Kelurahan Baru (Krisna Dwi Permana dan Tia Riskifah For Radar Sampit)
Sosialisai Tim Pengabdian Universitas Antakusuma bersama Anggota PKK Kelurahan Baru (Krisna Dwi Permana dan Tia Riskifah For Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Universitas Antakusuma (Untama) Pangkalan Bun menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama anggota PKK Kelurahan Baru,  beberapa waktu lalu, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan bertema “Optimalisasi PKK Kelurahan Baru: Olahan Pangan Fungsional Lokal dan Penguatan Kemandirian Pangan Ekonomi Keluarga Melalui Budidaya Akuaponik untuk Mencegah Stunting". Berfokus pada penerapan teknologi akuaponik serta pemanfaatan tanaman lokal seperti kelor dan kelakai.

 Melalui kegiatan ini, Untama berupaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

PKK Kelurahan Baru praktik Akuaponik (Krisna Dwi Permana dan Tia Riskifah For Radar Sampit)
PKK Kelurahan Baru praktik Akuaponik (Krisna Dwi Permana dan Tia Riskifah For Radar Sampit)

Program dipimpin oleh Ayutha Wijinindyah, S.TP, M.Gizi sebagai ketua tim bersama anggota Alexander Burhani Marda, S.Pi, M.Si, dan Risca Permatasari N., SP, MM, serta mahasiswa lintas keilmuan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara kampus dan masyarakat.

 “Kami tidak hanya fokus pada edukasi gizi, tetapi juga membekali masyarakat dengan teknologi dan keterampilan usaha sederhana agar kemandirian ekonomi keluarga dapat tumbuh,” ujar Ayutha Wijinindyah.

Ketua PKK Kelurahan Baru Nurul Hidayatul Rachmawati, menyampaikan apresiasi atas manfaat program tersebut bagi masyarakat.

“Ibu-ibu sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Kami jadi paham pentingnya protein untuk pertumbuhan anak. Bantuan peralatan akuaponik dan pendampingan dari tim Untama sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri,” tuturnya.

Sistem akuaponik yang diterapkan menggabungkan budidaya ikan lele dan sayuran, sehingga efisien untuk lahan terbatas dan mampu menyediakan sumber protein serta sayuran segar.

Alexander Burhani Marda menambahkan, teknologi akuaponik memiliki potensi besar dalam penanganan stunting karena menghasilkan dua sumber pangan sekaligus.

“Ikan menyediakan protein dan omega-3 penting bagi tumbuh kembang anak, sementara sayuran melengkapi kebutuhan gizi harian keluarga. Panen kangkung bisa dilakukan hanya dalam dua sampai tiga minggu, sehingga cepat membantu kebutuhan pangan rumah tangga,” jelasnya.

Para mahasiswa juga turut aktif dalam praktik lapangan, seperti Gusti M. Juriansyah Febrianoor dan Sandy Indra Saputra yang mengaku bangga bisa mengaplikasikan ilmu kuliah secara langsung kepada masyarakat.

Selain akuaponik, kegiatan ini juga mengangkat potensi tanaman lokal seperti kelor dan kelakai sebagai bahan pangan fungsional bernilai ekonomi. Daun kelor diolah menjadi bubuk bergizi bernama “Morjie”, sedangkan daun kelakai diolah menjadi teh herbal celup “Kala Tea”.

 “Kami ingin produk ini tampil lebih modern dan menarik agar masyarakat tidak lagi menganggap tabu mengonsumsi kelor dan kelakai,” ujar Yulia,  diikuti dengan Dela Agustina, mahasiswa yang terlibat dalam proses produksi

Risca Permatasari menambahkan, pemilihan kelor dan kelakai sebagai bahan utama bukan tanpa alasan.

“Keduanya mudah ditemukan dan punya nilai gizi tinggi. Kelor bisa diolah menjadi sayur, sedangkan kelakai merupakan tanaman khas rawa yang melimpah di Kobar. Selain memperkuat ketahanan pangan, produk olahan ini juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga,” jelasnya.

 Ia berharap produk-produk tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat ke depan.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan digital marketing agar peserta mampu memasarkan produk secara daring. Mahasiswa turut berperan dalam mendampingi anggota PKK dalam praktik produksi, pengemasan, hingga promosi online.

 “Saya belajar banyak dari masyarakat dan merasa kegiatan ini menjadi jembatan nyata antara ilmu dan pengabdian,” ujar mahasiswa Wisnu Kurniawan. Hal senada disampaikan Laila Uswatun Hasanah yang menilai program ini membuka wawasan baru tentang pentingnya kolaborasi kampus dan masyarakat.

Pihaknya juga berterima kasih atas pendanaan hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat selama Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025, bersama Tim PkM Universitas Antakusuma.

Program ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berlanjut. Masyarakat mendapatkan pengetahuan baru, terutama dalam pengolahan pangan lokal dan teknologi akuaponik yang aplikatif.  

Ketua PKK Kelurahan Baru turut mengucapkan terima kasih dan antusiasme tinggi dari kader PKK Kelurahan Baru. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap penurunan angka stunting serta penguatan ekonomi keluarga di Kelurahan Baru. (sam/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#akuaponik #Kelurahan Baru #Universitas Antakusuma Pangkalan Bun #Pangkalan Bun #Mencegah Stunting