Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Pangan di Palangka Raya Mulai Turun Pascalebaran

Dodi Abdul Qadir • Rabu, 25 Maret 2026 | 20:27 WIB

KABAR PASAR: Aktivitas jual beli di pasar besar Palangka Raya/MMCKalteng
KABAR PASAR: Aktivitas jual beli di pasar besar Palangka Raya/MMCKalteng

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Gejolak harga bahan pangan pascalebaran 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai mereda.

Setelah sempat melonjak tajam dan menjadi keluhan masyarakat, sejumlah komoditas seperti cabai dan daging ayam kini berangsur turun, meski masih berada di atas harga normal.

Pantauan di lapangan menunjukkan, stabilisasi harga mulai terjadi beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri 2026, seiring kembali normalnya aktivitas distribusi dan produksi.

Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Besar Palangka Raya mengalami fluktuasi pascalebaran. Komoditas cabai dan ayam sempat mengalami kenaikan signifikan, namun kini mulai turun dan cenderung stabil.

Pemantauan dilakukan oleh Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya. Pemerintah daerah terus mengawasi perkembangan harga di pasar tradisional.

Fluktuasi harga terpantau di Pasar Besar Palangka Raya dan Pasar Kahayan, dua pusat perdagangan utama di Kota Palangka Raya. Kenaikan harga dipicu oleh momentum Lebaran, di mana permintaan meningkat tajam sementara pasokan terbatas. Selain itu, banyak petani dan distributor yang libur sehingga distribusi terganggu.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya di Pasar Besar, harga daging ayam ras (broiler) naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Ayam kampung juga meningkat dari Rp85 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Kenaikan cukup mencolok terjadi pada tomat, dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ikan relatif stabil, seperti patin Rp32 ribu, gabus Rp90 ribu, tenggiri Rp150 ribu, dan nila Rp50 ribu per kilogram.

Yang menarik, harga cabai yang sebelumnya sempat melambung hingga Rp180 ribu–Rp200 ribu per kilogram kini turun drastis. Cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit hijau masing-masing berada di kisaran Rp80 ribu, sedangkan cabai rawit merah di angka Rp100 ribu per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang merah turun dari Rp50 ribu menjadi Rp43 ribu, bawang putih dari Rp45 ribu menjadi Rp35 ribu, dan bawang bombay dari Rp35 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Pasar Kahayan. Harga relatif stabil tanpa lonjakan signifikan. Daging ayam ras dijual Rp40 ribu per kilogram, ayam kampung Rp90 ribu, dan daging sapi murni Rp170 ribu.

Harga ikan pun cenderung stabil, seperti tenggiri Rp120 ribu, gabus Rp80 ribu, nila Rp45 ribu, dan patin Rp35 ribu per kilogram.

Namun, tren penurunan tetap terlihat pada cabai. Cabai merah keriting turun dari Rp140 ribu menjadi Rp110 ribu, cabai merah besar dari Rp150 ribu menjadi Rp110 ribu, cabai rawit hijau dari Rp120 ribu menjadi Rp100 ribu, dan cabai rawit merah dari Rp130 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Samsul Rizal melalui Sekretaris Dinas Hadriansyah menyampaikan, bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan harga di lapangan.

“Kenaikan ini wajar terjadi karena momen Lebaran, di mana banyak petani libur dan distribusi terbatas. Namun setelah itu, harga diperkirakan kembali normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan tren penurunan yang mulai terlihat, pemerintah optimistis harga bahan pangan akan kembali stabil dalam waktu dekat. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying agar kestabilan pasar tetap terjaga.

”Bijak dalam berbelanja,” tandasnya. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#harga pangan #kabar pasar #sembako #Pascalebaran