PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran meninjau langsung kegiatan belajar di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Iskandar, Palangka Raya, Rabu (29/10).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung program pendidikan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan yang kini mulai berjalan di Kalteng.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah di kalangan generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan iman hidup menjadi terarah, dan dengan adab hidup menjadi bermakna. Sumber daya manusia yang maju akan melahirkan kebiasaan berpikir kritis, semangat pantang menyerah, serta tekad kuat untuk berjuang demi masa depan,” ujarnya.
“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita berjuang dengan niat, kemauan, dan tekad. Dengan semangat Isen Mulang (pantang menyerah), Kalimantan Tengah pasti akan maju,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat di Bumi Tambun Bungai.
Program tersebut merupakan langkah nyata Presiden dalam memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak dan merata hingga ke daerah.
“Terkait Sekolah Rakyat, kita harus dukung agar program Pak Presiden berjalan lancar di Kalteng,” tegas Reza.
Reza menjelaskan, peninjauan yang dilakukan Gubernur bertujuan memastikan seluruh layanan kepada peserta didik berjalan optimal.
“Gubernur ingin memastikan pelayanan kepada anak didik berjalan maksimal. Ada 75 anak yang telah mendapatkan hak pendidikan yang layak. Beliau bahkan sempat berbincang langsung dengan anak-anak tentang makanan, dan mereka menjawab enak, bahkan lebih enak dari rumah. Anak-anak terlihat bahagia di sini,” tutur Reza.
Menurutnya, kebahagiaan dan semangat belajar para siswa tidak lepas dari perhatian serius Gubernur terhadap penyelenggaraan pendidikan yang humanis dan berkeadilan.
“Selain materi pembelajaran, anak-anak juga mendapatkan asrama dan makanan gratis. Hal-hal seperti ini membuat mereka semangat dan nyaman bersekolah,” ujarnya.
Reza menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat di Kalteng sejalan dengan semangat pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Disdik Kalteng, katanya, akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan program ini berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program ini adalah bentuk nyata upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menjangkau, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri anak-anak. Kami di Disdik Kalteng siap menjadi garda terdepan untuk memastikan Sekolah Rakyat berjalan sukses,” ujar Reza.
Selain itu, Reza menyampaikan bahwa Disdik Kalteng juga tengah menggagas program inovatif di bidang literasi peserta didik. Seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kalteng serentak melaksanakan Gerakan Literasi Menulis Indah Tegak Bersambung, sebagai bentuk pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Kegiatan literasi menulis indah tegak bersambung ini diikuti oleh seluruh sekolah se-Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, keindahan, dan konsentrasi dalam diri peserta didik. Menulis indah bukan hanya soal estetika huruf, tetapi juga membentuk karakter sabar, fokus, dan cinta terhadap proses belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Agustiar Sabran agar pendidikan di Kalteng tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, berbudaya, dan berjiwa positif.
Disdik Kalteng menetapkan pelaksanaan kegiatan literasi menulis indah selama satu jam setiap hari Rabu, mulai 29 Oktober 2025. Seluruh sekolah diimbau menyiapkan perlengkapan sederhana seperti buku tulis tegak bersambung, pensil 2B, dan penghapus sebagai sarana kegiatan.
Tema tulisan yang diangkat dalam kegiatan literasi ini meliputi Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Pendidikan Karakter sebagai Solusi atas Krisis Moral Bangsa, Hari Guru Nasional, Pendidikan Bahasa Asing di Era Globalisasi, dan Bahasa Daerah dalam Mempertahankan Kearifan Lokal.
“Ini merupakan komitmen kami untuk memajukan pendidikan di Kalimantan Tengah,” tandas Reza. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno