Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tim Ekosistem Kemitraan Kalselteng Gelar Dialog Publik Keselarasan antara Dunia Pendidikan Vokasi dan Kebutuhan Industri

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 19 September 2024 | 12:43 WIB
LUAR BIASA : Dialog publik kebijakan bersama pemangku kepentingan dalam rangka program fasilitasi kemitraan di Provinsi Kalteng yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (18/9)
LUAR BIASA : Dialog publik kebijakan bersama pemangku kepentingan dalam rangka program fasilitasi kemitraan di Provinsi Kalteng yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (18/9)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Keselarasan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Politeknik sampit bersama politeknik negeri Banjarmasin dan Politeknik Tanah Laut yang tergabung dalam TIM Ekosistem Kemitraan Vokasi Kalselteng menyelenggarakan dialog publik

“Sebagaimana kita ketahui, Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam berpeluang besar menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis kebutuhan daerah,” ungkap Wakil Direktur Satu Politeknik Sampit Lilis Indriani saat Dialog Publik Kebijakan Bersama Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Program Fasilitasi Kemitraan di Provinsi Kalteng, di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (18/9).

Ia menekankan, dialog tersebut sangat penting dalam pendidikan advokasi, sehingga akan ada satu kebijakan yang menaungi antara pemerintah, industri, dan pendidikan.

Wakil Direktur Satu Politeknik Sampit Lilis Indriani menyampaikan sambutan.
Wakil Direktur Satu Politeknik Sampit Lilis Indriani menyampaikan sambutan.

Mayoritas lapangan pekerjaan di Kalteng adalah agro industri, namun ketersediaan tenaga kerja belum optimal. Hal tersebut menjadi salah satu diskusi penting. Penyerapan tenaga kerja di Kalteng harus lebih besar dari penyerapan tenaga kerja dari luar Kalteng.

”Maka itu kami undang narasumbernya dari Disdik kalteng, Bapendalitbang, Kadin, dan Disnaker,” ungkapnya.        

Ia berharap program ini dapat menjadi wadah kolaborasi efektif, yang dapat merancang strategi bersama dan memastikan urusan pendidikan vokasi mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Melalui dialog ini kita dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, serta langkah-langkah untuk memperkuat kolaborasi yang saling menguntungkan antara satuan pendidikan vokasi dengan pemangku kepentingan,” tukasnya.

Plh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Kalteng Maskur mengatakan bahwa dialog ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya mengoptimalkan kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi, dunia industri dan dunia pendidikan (DUDI), pemerintah, serta masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ekosistem inovasi di Provinsi Kalteng.

Ia menekankan, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam melimpah di sektor pertambangan, kehutanan, pertanian, maupun perikanan.

Potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui upaya-upaya pengembangan inovasi berbasis potensi daerah, seperti program fasilitasi kemitraan daerah Provinsi Kalimantan Tengah.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi berupaya membangun wadah kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dengan pemangku kepentingan di daerah. Hal ini diwujudkan melalui program fasilitasi kemitraan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Program fasilitasi kemitraan ini ditujukan untuk mendukung revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022, terutama untuk memperkuat kinerja Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) serta untuk memfasilitasi berbagai aktivitas/kegiatan dalam rangka penguatan kolaborasi, pembinaan hubungan, serta keberlanjutan kemitraan antar-pemangku kepentingan di daerah sehingga terus terlibat dalam ekosistem kemitraan yang sudah diinisiasi oleh konsorsium PTPPV bersama unsur pentahelix (satuan pendidikan vokasi, Pemda, DUDI, komunitas, dan media massa) di daerah.

Salah satu luaran kegiatan program fasilitasi kemitraan adalah “Dokumen kajian dan/atau rekomendasi terkait pengembangan kemitraan daerah” dimana luaran tersebut dapat dijadikan dasar kebijakan dari seluruh unsur pentahelix yang terlibat.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo, kepala perangkat daerah Kalteng terkait atau yang mewakili, Perwakilan KADIN Kalteng, WKU Bidang Pendidikan Rizky Mahendra, anggota Konsorsium Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Tanah Laut dan Politeknik Sampit, pimpinan perguruan tinggi vokasi, pimpinan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta para akademisi, praktisi, dan peneliti. (daq/yit)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#politeknik sampit #industri #dialog publik #dunia pendidikan #kotim #kalteng #pendidikan vokasi