PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif Norkim menyoroti kekosongan tenaga pendidik/guru di sejumlah sekolah, lantaran banyak yang memasuki masa pensiun pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan usai menerima berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses, termasuk laporan terkait kondisi kekurangan guru di tingkat SD dan SMP di Kota Palangka Raya.
"Kami kemarin sudah kunjungan ke beberapa sekolah, dan memang faktannya guru mata pelajaran ada masih kurang. Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah,"ungkap Arif, Minggu (24/5).
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, terdapat sekitar 94 tenaga pendidik yang akan memasuki masa pensiun tahun ini, sehingga hal ini harus diperhatikan lagi.
Baca Juga: DPRD Mendorong Agar Dua Perda Baru di Palangka Raya segera Diterapkan
“Masih ada beberapa sekolah yang mengalami kekosongan guru mata pelajaran. Bahkan ada sekolah yang harus menggunakan guru non-ASN untuk menutupi kekurangan," ucapnya.
Terkait hal ini, ia menegaskan bahwa kebutuhan tenaga pendidik merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditunda, terutama untuk menjaga kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Tentu pemerintah harus melakukan pemetaan kebutuhan guru secara menyeluruh di setiap sekolah agar ke depannya distribusi tenaga pendidik bisa lebih merata dan tepat sasaran.
"Kalau memang ada kebutuhan mendesak, khususnya guru mata pelajaran tertentu, maka harus segera dicarikan solusi. Pendidikan jangan sampai terganggu karena keterbatasan," pungkas Arif Norkim. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama