Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Misteri Kuota di Balik Antrean Pembeli BBM di SPBU Kobar: Ketika Stok Diklaim Aman, tapi Angkanya "Rahasia Ilahi"

Slamet Harmoko • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:02 WIB
ANTRE BBM: Suasana salah satu SPBU di Kabupaten Kobar yang dipenuhi pengantre. (Warga/Radar Sampit)
ANTRE BBM: Suasana salah satu SPBU di Kabupaten Kobar yang dipenuhi pengantre. (Warga/Radar Sampit)

Urusan antre BBM ini pancen selalu sukses memicu tensi darah rakyat jelata naik ke ubun-ubun. Bayangkan saja, di tengah cuaca kemarau yang lagi gerah-gerahnya ini, kita masih harus dipaksa ikut turnamen "uji kesabaran" berbentuk antrean mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Melihat keresahan warganya yang mulai megap-megap kehabisan waktu di jalan, Pemkab Kobar akhirnya memanggil pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalteng buat jagongan di ruang Wakil Bupati hari Rabu kemarin. Intinya ya minta penjelasan, “Iki sejatine ono opo kok antreane kayak ular naga panjangnya?”

Dalam pertemuan itu, pihak Pertamina yang diwakili oleh Sales Branch Manager II Fuel Kalteng, Pak Lucky Haryanto, pertama-tama langsung memasang jurus standar: menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Klasik memang, tapi ya lumayan lah daripada ndak ngerasa bersalah sama sekali.

Pak Lucky kemudian buru-buru menenangkan suasana dengan mengklaim kalau stok BBM baik yang dapet subsidi dari uang rakyat maupun yang nonsubsidi sebetulnya dalam kondisi aman sentosa.

Di dalam tangki penyimpanan (storage) mereka, stoknya diklaim cukup buat mengasapi kendaraan warga sampai seminggu ke depan.

Belum lagi cadangan di kapal tanker yang lagi antre bongkar muatan di pelabuhan. Pokoknya berada di atas batas aman (safety stock).

Tapi, begitu ditanya jurnalis atau pihak pemkab mengenai berapa sebetulnya angka pasti kuota BBM yang dialokasikan buat Kobar biar masyarakat ndak curiga, jawaban dari Pertamina mendadak berubah jadi puitis: "Angkanya variatif."

Lha, ndak disebut angka pastinya, Lur! Misterius betul. Ini mau tahu kuota BBM kok berasa kayak mau nanya jumlah saldo rekening tabungan milik pejabat, serba rahasia dan tabu buat dibuka ke publik.

Padahal kalau angkanya dibuka blak-blakan, kan rakyat jadi tahu apakah antrean ini murni karena kuotanya yang memang seret, atau ada masalah lain di bawah karpet.

Nah, masalah lain di bawah karpet itu tampaknya mulai diendus oleh Sales Area Manager Retail Kalteng, Pak Doni Prasetyo. Beliau mengakui kalau di lapangan, masih banyak kelakuan ajaib dari oknum warga yang ndak disiplin soal penggunaan barcode BBM subsidi.

Zaman sekarang kan apa-apa pakai teknologi, mau beli pertalite atau solar kudu pakai scan barcode. Sialnya, banyak warga yang teledor atau sengaja membagikan barcode miliknya ke orang lain.

Alhasil, barcode itu diputar-putar buat menimbun BBM bersubsidi demi keuntungan sepihak. Makanya Pertamina wanti-wanti betul: barcode-mu itu privasimu. Tolong dijaga erat-erat mirip menjaga password akun drakor atau m-banking sampeyan. Jangan diobral!

Biar kelakuan culas ini ndak makin melunjak, Pertamina berjanji bakal memperketat SOP di lini depan SPBU. Operator di pompa bensin bakal lebih cerewet mencocokkan nomor polisi di pelat kendaraan dengan data yang muncul di layar barcode.

Bahkan, Pertamina juga mengapresiasi langkah taktis Pemkab Kobar yang langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM.

Pak Doni juga pasang badan dan berjanji bakal menyikat habis alias memberikan sanksi tegas kalau sampai ketahuan ada operator SPBU atau pengelola yang main mata ikut melanggengkan praktik penyalahgunaan barcode ini.

Kita sebagai konsumen semenjana ya cuma bisa berharap janji-janji manis di ruang audiensi ini beneran ngefek di dunia nyata. Jangan sampai stoknya diklaim aman sampai tumpah-tumpah di atas kertas, tapi pas kita bawa motor ke SPBU, plang tulisan "BBM Dalam Perjalanan" masih berdiri tegak menyapa kita dengan kejam. (*)

Editor : Slamet Harmoko
Kuota BBM Subsidi untuk Kobar Antrean Beli BBM SPBU di Kobar