151,7 Hektare Lahan Terbakar, DPRD Kotim Desak Penguatan Desa Rawan Karhutla


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Meningkatnya luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi mitigasi.
DPRD Kotim menilai evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan desa-desa rawan perlu segera dilakukan agar penanganan bencana bergeser dari pola responsif menjadi berbasis pencegahan.
Anggota DPRD Kotim, Syahbana, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 luas lahan yang terbakar telah mencapai 151,7 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sistem kesiapsiagaan di tingkat desa sebagai lini pertama pengendalian karhutla.
"Yang perlu dievaluasi bukan hanya penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga kesiapan desa-desa yang selama ini masuk kategori rawan. Jangan sampai setiap tahun menghadapi persoalan yang sama," ujarnya.
Menurut Syahbana, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan ulang terhadap desa-desa yang berulang kali menjadi lokasi kebakaran. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun prioritas alokasi sarana, prasarana, hingga dukungan anggaran untuk mitigasi karhutla.
Ia menilai pendekatan berbasis risiko akan membuat penggunaan sumber daya penanggulangan bencana lebih efektif dibandingkan pola penanganan yang hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran telah meluas.
Selain itu, keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai harus semakin diperkuat. Kelompok masyarakat tersebut memiliki peran strategis dalam mendeteksi titik api sejak dini sekaligus melakukan penanganan awal sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.
"Kalau kesiapan di tingkat desa baik, potensi meluasnya kebakaran bisa ditekan. Pencegahan harus menjadi fokus utama, bukan hanya sibuk memadamkan api setelah kebakaran membesar," katanya.
Syahbana juga mendorong pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemerintah desa, perusahaan, hingga masyarakat agar sistem pencegahan berjalan terpadu selama musim kemarau.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




