Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MPLS Berjalan Tanpa Perpeloncoan

Arham Said
Penulis: Arham Said❯

 


Advertisement

Suasana pelaksanaan MPLS ramah yang diikuti peserta didik baru, di SMPN 1 Kurun, Selasa (14/7). (SMPN 1 KURUN FOR RADAR SAMPIT)
Suasana pelaksanaan MPLS ramah yang diikuti peserta didik baru, di SMPN 1 Kurun, Selasa (14/7). (SMPN 1 KURUN FOR RADAR SAMPIT)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) pada tahun ajaran 2026/2027 berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, mengatakan hingga hari ketiga pelaksanaan MPLS pihaknya belum menerima laporan adanya praktik perpeloncoan di sekolah.

"Sampai hari ketiga pelaksanaan, kami belum menerima laporan perpeloncoan dalam MPLS dari sekolah jenjang TK, SD, dan SMP," ujarnya, Rabu (15/7).

Aprianto menjelaskan, seluruh satuan pendidikan wajib mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah. Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan surat edaran dan petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaan MPLS yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

Advertisement

Dalam Permendikdasmen tersebut ditegaskan larangan terhadap berbagai praktik yang mencederai tujuan MPLS, seperti perpeloncoan dan bentuk kekerasan lainnya, pungutan biaya, kegiatan yang tidak berkaitan dengan tujuan MPLS, penggunaan atribut yang tidak edukatif atau tidak relevan, serta pelibatan alumni sebagai penyelenggara.

"Seluruh sekolah TK, SD, dan SMP wajib mematuhi aturan tersebut. MPLS harus menjadi momentum membangun karakter, bukan menjadi ajang intimidasi ataupun kegiatan yang membebani peserta didik baru," tegasnya.

Menurut Aprianto, konsep MPLS Ramah mengedepankan prinsip humanis, inklusif, partisipatif, komprehensif, nondiskriminatif, berkeadilan, berkesetaraan gender, harmonis, dan berkelanjutan. Dengan demikian, peserta didik baru diharapkan memperoleh pengalaman awal yang positif di lingkungan sekolah.

"Kami berkomitmen seluruh sekolah melaksanakan MPLS Ramah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sehingga menjadi ruang pembentukan karakter serta memberikan kesan pertama yang positif," jelasnya.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi di Gunung Mas Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi di Gunung Mas Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gumas Iceu Purnamasari, mengingatkan agar Napak Tilas Perjanjian Tumbang Anoi di Gunung Mas Harus Bermanfaat

Indeks Literasi Gunung Mas Masih Kategori Sedang

Indeks Literasi Gunung Mas Masih Kategori Sedang

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menargetkan Indeks Literasi Kabupaten Gumas meningkat menjadi 6,5 pada 2026

Fraksi Gernas Desak Pemkab Gunung Mas Tuntaskan Persoalan HGU Perusahaan Sawit 

Fraksi Gernas Desak Pemkab Gunung Mas Tuntaskan Persoalan HGU Perusahaan Sawit 

DPRD Gunung Mas mendorong pemerintah kabupaten mendesak sejumlah perusahaan sawit segera menyelesaikan pengurusan HGU

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer