Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Fokus Kejar Juara EPL, Manchester City Tunda Perayaan Piala FA

Agus Jaka Purnama • Minggu, 17 Mei 2026 | 18:16 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola saat mengangkap Piala FA setelah timnya mengalahkan Chelsea, di Final, Sabtu (16/5) WIB.(net)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola saat mengangkap Piala FA setelah timnya mengalahkan Chelsea, di Final, Sabtu (16/5) WIB.(net)

radarsampitjawapos.com- Pelatih Manchester City Pep Guardiola menegaskan para pemainnya tidak diizinkan untuk merayakan kemenangan usai meraih gelar Piala FA. Keputusan itu diambil karena fokus tim perlu terus diarahkan ke dua laga tersisa English Premier League (EPL) melawan Bournemouth dan Aston Villa.

Manchester City sukses mengalahkan Chelsea dalam laga final Piala FA dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5). Kemenangan itu sekaligus mengamankan trofi kedua Man City musim ini. Meskipun demikian, Pep Guardiola memastikan timnya tidak akan melakukan perayaan usai pertandingan dan memilih langsung kembali ke Manchester.

Manchester City dijadwalkan menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu (20/5) dalam laga krusial yang berpotensi menentukan perburuan gelar liga.

Saat ini, The Citizens masih tertinggal dua poin dari Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Ketika ditanya mengenai kemungkinan perayaan di London, Guardiola dengan tegas menolaknya. “Pulang. Bahkan tidak satu bir pun. Tidak ada waktu untuk merayakan,” tegas sang pelatih dikutip dari ESPN.

Guardiola juga menyoroti padatnya jadwal yang dihadapi timnya dibandingkan Chelsea. “Mereka punya tujuh hari untuk mempersiapkan final, kami hanya tiga hari dan kemarin benar-benar mimpi buruk,” kata Guardiola.

Pelatih berusia 55 tahun itu bahkan mengeluhkan perjalanan tim yang memakan waktu hingga enam jam akibat masalah transportasi kereta di Inggris.

Baca Juga: Final Piala FA 2026 Hadirkan Duel Besar di Wembley

Situasi di papan klasemen membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial. Jika Arsenal mampu mengalahkan Burnley yang sudah terdegradasi di Emirates Stadium, maka Manchester City wajib menang atas Bournemouth untuk menjaga peluang juara hingga pekan terakhir.

Manchester City kemudian akan menutup laga musim ini dengan menghadapi Aston Villa di Etihad Stadium, sedangkan Arsenal bertandang ke markas Crystal Palace di Selhurst Park.

Guardiola menambahkan bahwa perayaan gelar akan ditunda hingga musim berakhir. Rencananya, Manchester City akan menggelar parade bersama tim wanita sehari setelah laga terakhir melawan Aston Villa.

“Kami akan merayakannya bersama. Klub sudah merencanakan parade di Manchester karena kami harus merayakan bersama kedua tim (pria dan wanita),” jelasnya.

Sementara itu, persaingan perebutan gelar juara Liga Inggris (Premier League) 2025/2026 antara Manchester City dengan Arsenal masih terus berlangsung dalam sisa dua laga terakhir.

Saat ini, The Gunners masih memimpin dengan selisih dua poin dari The Citizens di puncak klasemen dengan selisih dua poin. Kedua tim masih saling kejar setelah City berhasil membungkam Crystal Palace dalam laga tunda 3-0 pada Rabu pekan lalu, dan Arsenal yang menang tipis 1-0 pada pekan ke-36 Minggu lalu.

Jika Arsenal dan Manchester City menyapu bersih dua laga terakhir dengan kemenangan, dipastikan Mikel Arteta akan mempersembahkan gelar liga perdananya untuk The Gunners. Selisih dua poin menjadi kunci tim London Utara tersebut menjuarai Premier League setelah 22 tahun, usai hasil imbang Manchester City saat bertandang ke Everton dengan skor 3-3 dua pekan lalu.

Namun, jika salah satu pihak melakukan kesalahan baik imbang maupun kalah, maka persaingan akan berlanjut hingga laga terakhir sebagai penentu.

Arsenal saat ini berada di posisi nyaman dengan memaksimalkan dua laga terakhir. Bahkan mereka bisa mengangkat trofi pada 19 Mei jika berhasil menundukkan Burnley yang sudah terdegradasi, dengan syarat Manchester City kalah dari Bournemouth dalam laga tandang mereka.

Namun, opsi yang paling memungkinkan bagi The Gunners saat ini adalah menyapu bersih dua laga terakhir dan unggul dua poin dari Manchester City untuk memastikan gelar juara Premier League 2025/2026.

Sedangkan Man City, masih terbuka peluang kendati situasinya lebih rumit. Skuad asuhan Pep Guardiola itu harus memenangkan laga tandang di markas Bournemouth dan mengharapkan Arsenal terpeleset di satu pertandingan untuk mengejar ketertinggalan.

Apabila Arsenal terpeleset di salah satu laga saat menghadapi Burnley atau Crystal Palace, Manchester City dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan menyapu bersih dua pertandingan terakhir mereka. Skema tersebut dapat membuat Manchester City merebut trofi Liga Inggris dari genggaman Arsenal di titik darah penghabisan.

Manchester City akan keluar sebagai juara dengan mengantongi 83 poin, selisih satu angka dari Arsenal dengan 82 poin saat peluit akhir musim dibunyikan.(apr/ed/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#chelsea #pep guardiola #english premier league #manchester city #gelar juara