Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tensi Tinggi Menjelang Bali United FC vs Persebaya Surabaya di Pekan ke 20 Super League 2025-2026

Agus Jaka Purnama • Rabu, 4 Februari 2026 | 06:00 WIB
Pertemuan Bali United FC dan Persebaya Surabaya yang akan menjadi laga dengan tensi tinggi di pekan ke 20 Super League 2025/2026
Pertemuan Bali United FC dan Persebaya Surabaya yang akan menjadi laga dengan tensi tinggi di pekan ke 20 Super League 2025/2026

radarsampitjawapos.com- Laga panas Bali United FC melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-20 Super League 2025/2026 dipastikan berjalan dalam tensi tinggi sejak sebelum pertandingan digelar.

Sorotan tertuju pada absennya lima pemain penting serta duel strategi Johnny Jansen melawan Bernardo Tavares yang sama-sama membawa ambisi besar.Total ada lima pemain yang dipastikan menepi pada laga krusial ini, tiga dari Bali United dan dua dari Persebaya Surabaya.

Kedua tim akan bertemu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (7/2/2026) malam.

Bali United tentunya ingin bangkit di kandang, sementara Persebaya Surabaya mengincar konsistensi demi menembus empat besar klasemen.

Namun, cederanya sejumlah pemain tersebut membuat duel ini terasa pincang, tetapi justru menambah dimensi menarik dalam adu taktik kedua pelatih.

Bali United harus kehilangan Brandon Wilson, Irfan Jaya, dan Reyner Barusu yang masih berkutat dengan cedera. Absennya tiga pemain ini mengurangi kedalaman skuad Serdadu Tridatu, terutama dalam rotasi lini tengah dan serangan.

Persebaya Surabaya, situasinya tak kalah rumit karena dua pemain asing andalan harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Kapten tim Bruno Moreira dan gelandang Milos Raickovic dipastikan absen, setelah menerima sanksi saat menghadapi Dewa United.

Kehilangan Bruno dan Milos menjadi pukulan telak bagi Green Force karena keduanya berperan vital dalam menjaga keseimbangan permainan. Persebaya Surabaya pun harus mencari solusi cepat agar performa tim tidak turun drastis di laga tandang berat ini.

Meski demikian, Bernardo Tavares menolak menjadikan kondisi pincang sebagai alasan. Pelatih asal Portugal itu memilih fokus pada adaptasi dan kesiapan pemain yang tersedia.

“Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” ujar Tavares.

Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu pemulihan lima hari usai laga terakhir, sementara Bali United mendapatkan keuntungan waktu istirahat dua hari lebih lama.Perbedaan ini menjadi faktor nonteknis yang cukup memengaruhi persiapan kedua tim.

Laga ini juga sarat aroma balas dendam setelah Persebaya Surabaya menang telak 5-2 atas Bali United pada putaran pertama lalu. Kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo itu masih membekas di benak suporter Green Force.

Namun, bagi Tavares, hasil besar tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk pertandingan kali ini. Ia menilai situasi dan konteks laga sudah sangat berbeda.

“Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” kata Tavares.

Bali United memang datang ke laga ini dengan kondisi terluka setelah kalah dari Persik Kediri. Kekalahan itu diyakini akan memantik motivasi ekstra bagi tuan rumah saat tampil di depan pendukung sendiri.

Johnny Jansen dihadapkan pada tantangan membangkitkan mental tim sekaligus menutup lubang yang ditinggalkan pemain cedera. Dukungan publik Dipta diharapkan menjadi energi tambahan bagi Bali United.

Sementara itu, Persebaya Surabaya datang dengan ambisi besar menembus posisi empat besar klasemen. Saat ini mereka berada di peringkat kelima dengan 32 poin, terpaut lima angka dari Malut United FC.

Tekanan target tersebut membuat laga ini terasa krusial bagi Green Force. Setiap poin menjadi sangat berarti dalam persaingan papan atas yang semakin ketat.

Tavares menegaskan skor 5-2 pada pertemuan pertama tidak memberi keuntungan teknis apa pun. Fokus utama kini mengantisipasi agresivitas Bali United yang ingin bangkit.

Absennya Bruno Moreira juga berarti Persebaya Surabaya kehilangan figur pemimpin di lapangan. Tanggung jawab itu kini harus dibagi kepada pemain lain yang siap mengambil peran lebih besar.

“Kita tahu itu akan sulit, tapi kita harus berjuang,” tegas Tavares dengan nada optimistis.

Ia menilai absensi akibat cedera dan sanksi merupakan bagian wajar dari kompetisi panjang. Yang terpenting, tim tetap menjaga semangat dan disiplin taktik.

Kini staf pelatih Persebaya Surabaya memusatkan perhatian pada pemulihan fisik dan penyusunan rencana alternatif. Rotasi pemain menjadi kunci agar intensitas permainan tetap terjaga sepanjang laga.

Di sisi lain, Bali United juga tidak sepenuhnya diuntungkan meski bermain di kandang. Kehilangan tiga pemain membuat Jansen harus cermat mengatur komposisi tim.

Satu hal yang pasti, duel panas Johnny Jansen menghadapi Bernardo Tavares layak dinantikan hingga menit akhir.(moc/ed/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Bali United FC #Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar #Johnny Jansen #persebaya surabaya #Bernardo Tavares #Super League 2025 2026