Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Awan Kelabu Selimuti Manchester Jelang Boxing Day, Liverpool Kembali Mode Hardrock

Sabrianoor • Selasa, 24 Desember 2024 | 07:25 WIB
BOBOL MANTAN: Selebrasi Morgan Rogers usai mencetak gol bagi Aston Villa ke gawang mantan timnya, Manchester City.
BOBOL MANTAN: Selebrasi Morgan Rogers usai mencetak gol bagi Aston Villa ke gawang mantan timnya, Manchester City.

Radarsampit.jawapos.com – Tidak ada yang menikmati Natal dengan sempurna saat ini bagi Mancunian (sebutan orang Manchester).

Kota revolusi industri yang fanatik bola ini, hancur lebur hatinya melihat dua klub sepak bola kesayangannya, Manchester United dan Manchester City merana di Liga Inggris pekan ini (22/12).

Si biru langit kembali meneruskan periode negatifnya usai takluk dari Aston Villa 2-1.

Hal ini menjadi kesekian kalinya penguasa Liga Inggris dalam satu dekade terakhir menelan kekalahan beruntun.

City tercecer ke posisi tak biasa, peringkat 7 klasemen Liga Inggris.

”Tentu saja kami kecewa. Ini tidak cukup baik, termasuk dari saya sendiri. Saya harus memperbaiki diri, saya belum memanfaatkan peluang dengan baik," kata Haaland, dikutip dari Bola.com, yang hanya mencetak satu gol dalam penampilan terakhirnya.

Keluar dari periode negatif yang tak biasa bagi Manchester Biru menjadi tantangan tersendiri, untuk mempertahankan predikat penguasa Liga Inggris.

Dikutip dari Sky Sport, Pep Guardiola mengaku masih optimistis dan menegaskan hal ini bukan sebagai tanda masanya sudah habis.

”Tidak mudah ada dalam situasi buruk ini, tapi secara tim kami percaya, bisa bangkit dari keterpurukan ini,” ungkap Pep.

Beralih ke Old Trafford, Setan Merah MU dalam kondisi lebih parah.

Di kandang sendiri (22/12), MU takluk atas Bournemouth dengan skor mutlak 0-3.

Ruben Amorim sepertinya harus merasakan ganasnya Premier League.

Mental dan identitas MU dicap oleh para netizen telah hilang. MU sudah lama kehilangan tajinya semenjak ditinggal Sir Alex Ferguson, 2013 lalu.

”Ada masalah besar di MU, ini bukan tentang siapa lagi pelatihnya," tulis netizen.

Amorim yang sedari awal optimis ketika pertama kali menangani MU akhirnya bermuram durja, menanggung malu di kandang sendiri dari klub papan bawah dengan skor telak.

Penunjukan Amorim dan pemecatan Ten Hag, seperti menjadi keputusan yang belum tepat bagi MU.

Klub kini terdampar di peringkat 13 Klasemen atau hanya berjarak 5 posisi dari zona degradasi.

Ketika awan hitam menyelimuti Manchester, hal sebaliknya terjadi di kota tetangga, Liverpool.

Bertandang ke London, markas Tottenham, Liverpool seolah kembali ke mode ganas , bertenaga dan keras seperti aliran keras musik rock ”Hard Rock".

Meski Tottenham berhasil melesakkan 3 gol, namun Szoboszlai dkk membalasnya tak tangung-tanggung dengan 6 gol bersarang. Hasil ini menjadikan Livepool kembali kokoh di puncak klasemen. (sbn)

Editor : Gunawan.
#manchester united #liga inggris #premier league #manchester city #liverpool fc