Keciduk Pakai Sabu, Dua Pegawai SPPG Berdalih agar Kuat Lembur Sampai Malam

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB
ilustrasi sabu-sabu/Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro
ilustrasi sabu-sabu/Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro

 

Radarsampit.jawapos.com – Dua pegawai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung, Jawa Timur, keciduk menggunakan sabu-sabu. Keduanya mengaku memakai narkotika karena coba-coba sekaligus berdalih agar kuat bekerja pada malam hari.

Kasus tersebut terungkap setelah Polres Tulungagung mengajukan permohonan pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung terhadap dua orang yang diamankan terkait penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNNK Tulungagung Wasbeka Abie Yuwono mengatakan, kedua pegawai tersebut diamankan di tempat kos masing-masing. Setelah itu, dilakukan asesmen untuk mengetahui tingkat keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Awalnya dari jajaran Polres Tulungagung meminta agar kami melakukan TAT kepada dua orang ini,” katanya dikutip Antara, Selasa (22/9).

Mengaku Coba-Coba

Abie mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua orang tersebut mengaku menggunakan sabu-sabu karena coba-coba. Mereka juga berdalih narkotika tersebut digunakan agar lebih kuat saat bekerja pada malam hari.

“Kalau sesuai pengakuan mereka, coba-coba agar mereka kuat saat bekerja pada malam hari,” ujarnya.

Hasil asesmen menunjukkan tingkat keterlibatan keduanya berbeda. Karena itu, rekomendasi BNNK terhadap masing-masing orang juga tidak sama.

Satu orang direkomendasikan menjalani rehabilitasi karena dikategorikan sebagai penyalahguna narkotika.

Sementara satu orang lainnya tetap menjalani proses hukum setelah ditemukan indikasi keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

BNNK Perkuat Pengawasan

Abie menjelaskan, mekanisme asesmen terpadu dilakukan untuk memastikan penanganan perkara narkotika sesuai dengan tingkat keterlibatan masing-masing.

BNNK Tulungagung juga terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan kerja dan masyarakat.

“Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait dalam menindak tegas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Tulungagung,” katanya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
lembur Pegawai SPPG sabu Mbg narkoba