Radarsampit.jawapos.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program perkebunan rakyat dari hulu hingga hilir.
Kolaborasi ini diperkenalkan lewat partisipasi BPDP dalam ajang APKASI Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan pemerintah kabupaten memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan pekebun dan memahami kondisi masyarakat di daerah.
"BPDP memiliki instrumen pendanaan dan program, sementara pemerintah daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuat pelaksanaan program menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar," kata Zaid, dikutip Senin (31/8/2026).
Baca Juga: CELIOS: Kerugian Ekonomi Karhutla 2026 Bisa Tembus Rp123,1 Triliun
Dari sektor hulu, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin, menjelaskan dukungan pemerintah kabupaten dibutuhkan untuk mempercepat proses pengusulan dan verifikasi calon penerima dan lahan, penyelesaian legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga memastikan ketersediaan benih unggul.
Hingga 19 Agustus 2026, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah menjangkau 187.782 pekebun dengan luas lahan mencapai 428.745 hektare, didukung dana sebesar Rp12,86 triliun.
Selain sektor hulu, BPDP turut mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) dan riset untuk membangun industri perkebunan yang lebih maju dan berdaya saing.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyebut pemerintah kabupaten dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap program pendidikan dan pelatihan, sekaligus mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan lewat riset.
Baca Juga: Dikira Kebakaran, Kepulan Asap di Jalan Tidar Ternyata dari Bakar Sampah
Sejak 2016, program pendidikan dan pelatihan BPDP telah memberikan manfaat kepada 13.265 penerima beasiswa dan 32.152 penerima pelatihan, dengan kuota beasiswa 2026 ditingkatkan menjadi 5.000 orang untuk jenjang D1 hingga S1.
"Pada akhirnya, pembangunan perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau angka produksi. Ini tentang bagaimana kita menghadirkan kesejahteraan bagi pekebun, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan menyiapkan masa depan sektor perkebunan. Karena itu, mari kita kuatkan sinergi antara BPDP, pemerintah daerah, dan para pekebun," tutup Zaid. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor