
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Sampit, bukan sekadar mengganggu jarak pandang. Partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.
Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.
Paparan asap karhutla dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi anak yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.
Ketika kualitas udara memburuk, langkah utama yang dianjurkan bukan hanya menggunakan masker, tetapi juga mengurangi paparan asap. Anak sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap sedang pekat.
Bukan Semua Masker Efektif Menahan Asap
Banyak masyarakat memilih menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kabut asap. Namun, jenis masker yang digunakan menentukan seberapa besar perlindungan terhadap partikel halus dari asap.
Untuk orang yang harus keluar rumah saat udara berasap, respirator yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus dan dipasang rapat di wajah memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain atau masker bedah.
CDC menyebut respirator seperti N95 atau P100 dapat membantu mengurangi paparan partikel dari asap kebakaran jika digunakan dengan benar.
Untuk anak usia 2 tahun ke atas, respirator dapat digunakan apabila tersedia ukuran yang sesuai dan anak mampu mengenakannya dengan benar.
Masker harus menutup hidung hingga bawah dagu dan tidak mengganggu penglihatan. Respirator yang terlalu besar atau tidak rapat justru mengurangi manfaat perlindungannya.
Pilihan Masker untuk Anak
1. KN95 atau KF94 ukuran anak
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




