Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tak Lagi Bergantung Marketplace, Pelaku Usaha Mulai Beralih ke Website Sendiri

Farid Mahliyannor • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:29 WIB
Ilustrasi bertransaksi online. (Pinterest)
Ilustrasi bertransaksi online. (Pinterest)

 

Radarsampit.jawapos.com - Tren bisnis e-commerce terus meningkat, hal ini terlihat makin banyak pelaku UMKM, seller online, hingga pemilik brand mulai mencari cara jualan online tanpa marketplace. 

Selain untuk meningkatkan keuntungan, memiliki website toko online sendiri dinilai mampu membangun branding, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memberikan kontrol penuh terhadap bisnis.

Dengan memiliki website sendiri, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan melalui Google, media sosial, iklan digital, maupun WhatsApp tanpa bergantung sepenuhnya pada algoritma marketplace.

Baca Juga: Disdik Palangka Raya Dorong Pembinaan Karakter, Polisi Edukasi Siswa Sejak Hari Pertama Sekolah

Menjawab kebutuhan tersebut, Autolaris menghadirkan solusi pembuatan website toko online yang telah dilengkapi payment gateway dan pengiriman terintegrasi, sehingga pelaku usaha dapat langsung menerima pembayaran digital melalui QRIS, Virtual Account, transfer bank, kartu kredit, dompet digital, dan berbagai metode pembayaran lainnya dalam satu sistem.

CEO Autolaris, Ryan Nanda Darmawan S, mengatakan bahwa website kini telah menjadi aset digital yang wajib dimiliki oleh setiap bisnis yang ingin berkembang secara berkelanjutan.

"Marketplace e-commerce memang menjadi cara paling mudah untuk mulai jualan online. Namun, bisnis yang ingin berkembang dalam jangka panjang perlu memiliki website toko online sendiri.

Baca Juga: MPLS di Kotim Jadi Ajang Pembentukan Karakter: Fokus Kedisiplinan hingga Larangan Perundungan

Website bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga aset digital yang membantu membangun brand, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan mendatangkan calon pembeli melalui Google," ungkapnya kepada wartawan, 14 Juli 2026

Ryan menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha sebenarnya ingin memiliki website sendiri, tetapi terkendala proses teknis seperti pembuatan website, integrasi payment gateway, pengiriman hingga pengelolaan transaksi online.

Selain mendukung transaksi online, website toko online juga dapat dioptimalkan menggunakan Search Engine Optimization (SEO).

Baca Juga: Dana Transfer Belum Final, APBD Kotim 2027 Masih Bisa Berubah

Dengan strategi SEO yang tepat, produk dan layanan memiliki peluang lebih besar muncul di halaman pertama Google ketika calon pelanggan mencari kata kunci seperti toko online, website bisnis, jual produk online, atau belanja online.

Autolaris meyakini bahwa masa depan bisnis digital akan mengarah pada strategi omnichannel, yaitu menggabungkan marketplace, website toko online, media sosial, dan aplikasi pesan instan dalam satu ekosistem penjualan.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelanggan baru, tetapi juga membangun aset digital yang terus memberikan nilai bagi bisnis dalam jangka panjang. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
seller online e-commerce bisnis UMKM marketplace