Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Celios Kritik Prabowo soal Rupiah: Terlalu Santai Hadapi Ancaman Ekonomi Global, Dampaknya Langsung ke Rakyat

Slamet Harmoko • Minggu, 17 Mei 2026 | 09:52 WIB

 

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (Dok. Agas Putra Hartanto/Jawa Pos).
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (Dok. Agas Putra Hartanto/Jawa Pos).

Radarsampit.jawapos.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengkritik sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu santai dalam merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Bhima, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional, pemerintah seharusnya menunjukkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan situasi terburuk.

“Jadi kami sangat menyesalkan Prabowo terlalu menganggap enteng situasi sekarang, yang harusnya di banyak negara pemimpin-pemimpinnya itu mempersiapkan kondisi yang terburuk dengan stimulus, mempersiapkan publik,” ujar Bhima kepada JawaPos.com, Sabtu (16/5).

Bhima menilai gaya komunikasi Prabowo dalam menanggapi pelemahan rupiah berpotensi memunculkan sentimen negatif di tengah pasar dan masyarakat.

Sebab, pernyataan seorang kepala negara dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan publik maupun psikologi pasar.

“Nah di Indonesia ini seolah justru menantang, menantang tapi tanpa persiapan. Saya kira sikap-sikap dan cara komunikasi seperti itu sangat-sangat membahayakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo merespons santai pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. Dalam sambutannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), ia menyebut isu Indonesia akan mengalami krisis ekonomi selalu muncul setiap kali rupiah melemah.

“Ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse. Akan chaos, akan apa? Rupiah begini, dolar begini,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menilai mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, tidak terdampak langsung oleh fluktuasi dolar AS karena aktivitas ekonomi sehari-hari menggunakan rupiah.

“Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” katanya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Ekonomi Global #rupiah #prabowo #dolar #Celios