MALANG, Radarsampit.jawapos.com - Bank Indonenesia (BI) selaku bank sentral turut menyoroti berbagai isu strategis terkait akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) berkelanjutan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan (Kalsel), Aloysius Donanto, menyebutkan potensi besar SDA di Kalimantan dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian dan pengolahan tidak akan memberi manfaat jangka panjang apabiila apabila tidak dikelola secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kader Posyandu di Kotim Didorong Tingkatkan Layanan Berbasis Siklus Hidup
"Kontribusi Kalimantan untuk ekonomi atau produksi domesti bruto Indonesia sekitar 5-6 persen. Sebenarnya lumayan besar, namun bagiamana ke depan itu kita bisa memberi nilai tambah yang lebih baik untuk Kalimantan secara keseluruhan," katanya saat Capacity Building Pemimpin Redaksi Wilayah Kalimantan, Rabu (6/5/2026).
Potensi SDA yang ada itu harus didorong untuk memberi nilai tambah yang lebih baik, tetap inklusif dan yang paling bagaiamana membuatnya menjadi sumber-sumber yang berkelanjutan melalui hilirisasi.
Baca Juga: Kotim Genjot Penanganan Stunting, Gandeng Dunia Usaha dan Desa
"Kalau melihat dari kacamata sekarang, tambang, CPO, ya mungkin berkelanjutan. Tapi yang jadi pertanyaan, seberapa berkelanjutannya kalau mampu membuat nilai tambah melalui hilirisasi," ucapnya.
Ia mengatakan seluruh provinsi di Kalimantan bisa dikatakan sebagai lumbung energi migas maupun batu bara, yang seharusnya hanya fokus menjual produk hulu tetapi juga mengembangkan produk hilir.
Baca Juga: Fraksi PAN DPRD Kotim Keberatan PSU Rusak Dialihkan ke Pemda
"Apalagi adanya IKN tentu kita mau ketika pemerintah efektif berkantor di sana, Kalimantan ini mampu menyuplai kebutuhan produk hilir di sana," ucapnya.
Sementara itu Guru Besar Fakultas Teknik Dept Perencaan WIlayah dan Kota, Universitas Brawijaya, Gunawan Prayitno, menyoroti hilirisasi jadi langkah strategis meningkatkan nilai tambah dari SDA.
Baca Juga: DLH Kotim Targetkan Peningkatan PAD Lewat Skema BLUD
"Hilirisasi ada efek pengganda, di sana ada tidak hanya soal ekonomi tetapi ada peningkatan pendapatan daerah, hingga penyerapan tenaga kerja yang lebih luas," ucapnya.
Ia menekankan pentingnya Kalimantan secara keseluruhan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Bank Kalteng Hadir di Bukit Jaya, Dorong Akses Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Ia juga menegaskan bahwa daerah di Kalimantan seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi nasional. Namun, potensi itu perlu dioptimalkan melalui peningkatan kapasitas industri pengolahan.
"Sudah saatnya daerah ‘naik kelas’, kurangi ekspor bahan mentah. Transformasi menuju produksi barang jadi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor