SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 belum langsung berdampak pada harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hingga hari pertama pascakenaikan, harga sembako di sejumlah pasar masih terpantau stabil.
Namun, tekanan kenaikan harga diperkirakan hanya tinggal menunggu waktu. Ketergantungan pasokan dari luar daerah dinilai menjadi faktor utama yang akan mendorong penyesuaian harga dalam wkatu dekat.
Baca Juga: KORPRI Kotim Gelar Halal Bihalal sebagai Ajang Silaturahmi Pascalebaran
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim Muslih. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan pemantauan sejak informasi kenaikan BBM diterima.
“Begitu mendapat informasi, tim langsung turun ke SPBU dan pasar untuk memastikan kondisi di lapangan. Sampai saat ini harga sembako masih belum mengalami kenaikan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Meski demikian, ia menilai dampak kenaikan BBM terhadap harga barang tidak bisa dhindari, terutama karena berkaitan erat dengan biaya distribusi. Saat ini, para distributor disebut masih melakukan kalkulasi ulang terhadap ongkos angkut.
Baca Juga: Kesehatan Mental WBP Jadi Perhatian, Lapas Sampit Lakukan Skrining Rutin
“Distribusi sangat berpengaruh. Jadi kemungkinan kenaikan tetap ada, hanya waktunya yang belum terjadi sekarang,” katanya.
Muslih mengungkapkan, sekitar 80 persen keburtuhan pokok di Kotim masih dipasok dari luar daerah. Kondisi ini membuat harga barang di pasar lokal sangat rentan terhadap perubahan biaya transportasi.
Baca Juga: Usai Retret Lemhanas, Ketua DPRD Kotim Siap Perkuat Arah Pembangunan
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya telah menyiapkan tim pemantau yang akan melakukan pengecekan rutin setiap hari di sejumlah pasar. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi juga terus dilakukan guna mengendalijan dampak lanjutan.
“Pemantauan terus kami lakukan, termasuk koordinasi dengan provinsi untuk langkah antisipasi ke depan,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor