Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesehatan Mental WBP Jadi Perhatian, Lapas Sampit Lakukan Skrining Rutin

Yuni Pratiwi Iskandar
SCREENING: Petugas melakukan screening kesehatan mental WBP Lapas Sampit, Jumat (17/4/2026). FOTO: LAPAS SAMPIT/RADAR SAMPIT
SCREENING: Petugas melakukan screening kesehatan mental WBP Lapas Sampit, Jumat (17/4/2026). FOTO: LAPAS SAMPIT/RADAR SAMPIT

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Lapas Kelas IIB Sampit memperkuat langkah deteksi dini melalui screening kesehatan mental untuk meminimalkan dampak psikologis yang berpotensi muncul selama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tinggal di balik jeruji penjara.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas layanan kesehatan tetapi menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas kondisi psikologis WBP yang rentan mengalami stres akibat keterbatasan ruang gerak, keterpisahan dari keluarga, hingga proses adaptasi sosial di dalam Lapas.

Advertisement

Screening dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui pengisian instrumen psikologis dan wawancara singkat. Dari proses ini, petugas dapat memetakan kondisi emosional warga binaan, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan mental sejak dini.

Kepala Lapas Sampit Muhammad Yani menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi mental. 

Advertisement

“Kondisi psikologis sangat berpengaruh terhadap proses pembinaan. Jkia terdeteksi lebih awal, penanganannya bisa lebih tepat dan terarah,” ujarnya.

Upaya ini semakin diperkuat dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Lapas. Sehari sebelumnya, petugas kesehatan dibekali pelatihan penggunaan instrumen DASS-42 (Depression Anxiety Stress Scales), yang berfungsi mengukur tingkat depresi, kecemasan, dan stres secara lebih akurat.

Melalui pelatihan tersebut, tenaga kesehatan tidak hanya memahami teori, tetapi juga langaung mempraktikkan cara pengisian serta interpretasi hasil, sehingga hasil screening menjadi lebih terukur dan dapat ditindaklanjuti dengan tepat.

Menurut Yani, kombinasi antara peningkatan kompetensi petugas dan screening langsung kepada warga binaan merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis. 

“Kami ingin memastikan warga binaan tetap dalam kondisi mental yang stabil selama menjalani masa pidana, sehingga saat kembali ke masyarakat mereka sudah lebih siap,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

RSUD dr Murjani Sampit Terus Berbenah, Perkuat Komitmen Pelayanan

RSUD dr Murjani Sampit Terus Berbenah, Perkuat Komitmen Pelayanan

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kemampuan medis, tetapi juga perhatian dan kenyamanan

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Kabut Asap Selimuti Kotim, Dinkes Tetap Optimalkan Cek Kesehatan Gratis meski Layanan Jemput Bola

Kabut Asap Selimuti Kotim, Dinkes Tetap Optimalkan Cek Kesehatan Gratis meski Layanan Jemput Bola

Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah terus berupaya mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer