Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ramadhan 2026: Dari 11 hingga 15 Jam. Ini Negara Terlama dan Tercepat, Indonesia Urutan ke-11

Farid Mahliyannor • Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:42 WIB

Ilustrasi suasana berbuka puasa dan hidangan Ramadhan, saat umat Muslim di berbagai negara menjalani puasa 11-15 jam per hari
Ilustrasi suasana berbuka puasa dan hidangan Ramadhan, saat umat Muslim di berbagai negara menjalani puasa 11-15 jam per hari

Radarsampit.jawapos.com - umat muslim di seluruh dunia memasuki Ramadhan 2026 dengan durasi puasa yang berbeda-beda, dipengaruhi posisi geografis dan panjang siang di masing-masing negara. 

Di Indonesia, lama puasa pada hari pertama tercatat sekitar 13 jam 28 menit, relatif stabil di kisaran 12–13 jam karena letaknya yang dekat garis khatulistiwa.

Namun, di belahan bumi lain, selisih waktu bisa mencapai beberapa jam lebih panjang atau lebih singkat.

Secara global, variasi ini menjadi fenomena tahunan yang terus bergeser mengikuti siklus kalender Islam.

Lebih dari dua miliar Muslim di dunia menjalankan ibadah puasa dengan rentang waktu berbeda, tergantung lintang geografis dan musim yang sedang berlangsung.

Perbedaan tersebut tidak hanya mencerminkan aspek astronomi, tetapi juga dinamika pergeseran Ramadhan dalam siklus 33 tahunan kalender Hijriah.

Melansir Daily Sabah, Sabtu (21/2/2026), “tahun ini, umat Muslim di seluruh dunia akan berpuasa sekitar 12 hingga 15 jam per hari selama Ramadhan.”

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa “di Belahan Bumi Utara, jam puasa akan semakin panjang seiring bertambahnya durasi siang, sementara di Belahan Bumi Selatan diperkirakan akan semakin pendek.” Ramadhan tahun ini diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari, tergantung hasil rukyatul hilal di masing-masing negara.

Menurut Daily Sabah, bagi negara-negara di Belahan Bumi Utara yang sedang mengalami musim dingin pada awal Ramadhan, durasi puasa di hari pertama berkisar 12 hingga 13 jam dan akan meningkat secara bertahap hingga akhir bulan.

Sebaliknya, di negara-negara Belahan Bumi Selatan seperti Chili, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, durasi awal berada di kisaran 14 hingga 15 jam sebelum perlahan memendek menjelang Idul Fitri.

Perhitungan yang dirujuk berasal dari Liga Muslim Dunia (Muslim World League) yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, dengan menggunakan ibu kota masing-masing negara sebagai titik referensi estimasi awal Ramadhan. 

Estimasi hari pertama menunjukkan durasi sebagai berikut: Türkiye 12 jam 23 menit; Arab Saudi 12 jam 42 menit; Amerika Serikat 12 jam 25 menit; Inggris 12 jam 8 menit; Finlandia 11 jam 53 menit; Pakistan 12 jam 30 menit; Jepang 12 jam 27 menit; Spanyol 12 jam 23 menit; Indonesia 13 jam 28 menit; Brasil 13 jam 47 menit; serta Afrika Selatan 14 jam 13 menit.

Sementara itu, data dari IslamicFinder menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-11 dari kota-kota yang dibandingkan berdasarkan durasi puasa terlama pada awal Ramadhan 2026. Posisi ini menempatkan Indonesia di tengah spektrum global, tidak termasuk yang terlama maupun tercepat, tetapi tetap lebih panjang dibanding sejumlah negara Eropa Barat.

Negara dengan durasi puasa terlama pada awal Ramadhan 2026 tercatat di Selandia Baru dengan 15 jam 22 menit, disusul Chili 15 jam 13 menit, Australia 14 jam 48 menit, dan Uruguay 14 jam 42 menit. Sementara itu, negara dengan durasi tercepat antara lain Prancis 11 jam 33 menit, Greenland 11 jam 42 menit, Islandia 11 jam 42 menit, Finlandia 11 jam 44 menit, serta Rusia 11 jam 44 menit.

Namun, menjelang akhir Ramadhan, perhitungan menunjukkan perubahan signifikan. Reykjavik, Islandia, dan Nuuk, Greenland, diproyeksikan mencatat durasi terpanjang pada 19 Maret, yakni 15 jam 3 menit. Sebaliknya, Christchurch di Selandia Baru yang semula mencatat 15 jam 22 menit pada awal bulan akan turun hampir dua jam menjadi 13 jam 46 menit.

Fenomena ini menegaskan bahwa durasi puasa bukanlah angka statis, melainkan cerminan pergerakan astronomi dan rotasi bumi terhadap matahari. Setiap tahun, umat Muslim di berbagai lintang menghadapi tantangan fisik yang berbeda, namun tetap berada dalam kerangka waktu yang secara global berkisar 12 hingga 15 jam.

Dengan demikian, Ramadhan 2026 kembali memperlihatkan wajah global Islam yang beragam namun terhubung oleh ibadah yang sama. Dari Jakarta hingga Reykjavik, dari Santiago hingga London, perbedaan durasi puasa menjadi bagian dari dinamika kosmologis yang terus bergerak mengikuti waktu—dan akan terus berubah hingga siklusnya kembali berulang dalam dekade-dekade mendatang. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#durasi puasa #ramadan #Geografis