BANJARBARU, Radarsampit.jawapos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia.
Varian ini belakangan populer disebut sebagai “super flu”, meski istilah tersebut dipastikan bukan nomenklatur resmi medis.
Dari total kasus nasional, 18 kasus ditemukan di Kalimantan Selatan (Kalsel). Seluruhnya berasal dari Kota Banjarmasin.
Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan situasi masih terkendali dan tidak mengkhawatirkan.
Berdasarkan rilis Kemenkes RI, mayoritas pasien merupakan perempuan, yakni sekitar 64,5 persen atau 40 kasus.
Sementara dari sisi usia, kelompok anak-anak 1–10 tahun menjadi yang terbanyak dengan proporsi 35,5 persen, diikuti usia 21–30 tahun sebesar 21 persen, dan usia 11–20 tahun sebesar 19,4 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin menegaskan penggunaan istilah “super flu” berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Perlu diluruskan, ini bukan virus baru. Istilah ‘super flu’ hanya sebutan populer di media untuk Influenza A (H3N2) subclade K. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus ini lebih berbahaya atau lebih mematikan dibandingkan influenza musiman,” ujar Diauddin, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, terdeteksinya kasus justru menunjukkan sistem surveilans dan kewaspadaan kesehatan berjalan dengan baik.
Temuan dari pemantauan rutin penyakit pernapasan yang dilakukan secara berkala.
“Hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan mayoritas kasus hanya mengalami gejala ringan hingga sedang,” katanya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, memakai masker saat flu atau batuk, cukup istirahat, serta menjaga daya tahan tubuh.
“Jangan panik. Jika gejala memberat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.
Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru memastikan hingga kini belum menerima laporan kasus Influenza A (H3N2) subclade K di wilayahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Dr Siti Ningsih mengatakan situasi di Banjarbaru masih aman.
“Sampai saat ini, belum ada laporan kasus tersebut yang masuk ke kami,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Vaksinasi influenza juga dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko, guna menekan potensi keparahan penyakit. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor