JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pemerintah memperketat pengawasan rantai pasok dan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di seluruh wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi dan mobilitas yang biasa terjadi pada periode akhir tahun.
Pemerintah mengintensifkan pemantauan pergerakan barang mulai dari gudang sampai pasar agar aliran pasokan tetap lancar selama Nataru.
Kementerian terkait bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha diminta memperkuat sinergi operasional sehingga potensi hambatan distribusi atau lonjakan harga dapat ditangani cepat.
Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok komoditas strategis telah dipetakan dan berada pada level yang memadai untuk menanggung permintaan pada masa liburan.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan kesiapan pemerintah untuk melakukan intervensi bila terjadi gejolak pasokan.
”Kami telah memetakan kebutuhan dan menyiapkan cadangan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi Nataru,” kata Kepala Bapanas saat paparan kesiapan akhir tahun.
Menurut pernyataan pejabat terkait pemantauan harga dilakukan secara intensif bahkan bersifat harian oleh tim nasional bersama pemerintah daerah.
Bila ditemukan tekanan harga yang signifikan pemerintah siap menyalurkan cadangan atau melaksanakan kebijakan stabilisasi harga seperti program SPHP dan penyerapan untuk mendukung daya beli.
”Harga dan distribusi kami pantau setiap hari dan kami akan cepat mengambil langkah bila terjadi gangguan,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memaparkan strategi pengendalian distribusi.
Kementerian Perdagangan menyoroti distribusi sebagai titik krusial karena libur panjang berpotensi mengganggu arus barang.
Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku logistik ditingkatkan untuk memastikan arus pasokan ke pasar tradisional dan ritel modern tetap terjaga.
Dengan pengawasan yang diperketat, pemetaan stok strategis, serta mekanisme intervensi yang siaga pemerintah optimistis bahwa kebutuhan pokok masyarakat selama Nataru akan aman dan harga relatif stabil. (*/ign)
Editor : Gunawan.