Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Stok CBP Capai 3,8 Juta Ton, Optimistis Menuju Swasembada Beras 2025

Gunawan. • Kamis, 4 Desember 2025 | 20:57 WIB
Tumpukan beras di gudang Bulog yang siap disalurkan dalam beragam skema. Diantaranya adalah untuk bantuan sosial (bansos). (Humas Kementan)
Tumpukan beras di gudang Bulog yang siap disalurkan dalam beragam skema. Diantaranya adalah untuk bantuan sosial (bansos). (Humas Kementan)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Perum Bulog menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,8 juta ton.

Hal itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik, sehingga impor beras tidak diperlukan, sementara proyeksi produksi nasional pada 2025 menunjukkan kenaikan signifikan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok CBP yang tersimpan di gudang mencapai 3,8 juta ton, sehingga pasokan beras nasional berada dalam posisi aman menjelang akhir tahun.

”Dengan cadangan sebesar itu kita tidak perlu lagi menimbang impor impor dari luar negara karena persediaan nasional cukup,” kata Ahmad Rizal.

Data BPS dan rilis kementerian mencatat adanya lonjakan potensi produksi padi yang membuat proyeksi produksi beras pada 2025 berada di kisaran 34,7–34,8 juta ton, sehingga memberikan dasar teknis bagi klaim menuju swasembada.

Angka ini dihitung dari potensi luas panen dan konversi gabah ke beras sepanjang Januari–Desember 2025.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa target swasembada dapat dicapai akhir Desember 2025 dan menyebutkan bahwa capaian itu akan diumumkan pada waktu yang telah ditentukan.

”Insya Allah, tanggal 31 Desember jam 12.00 kalau tidak arah melintang Indonesia swasembada pangan,” ujar Amran.

Walaupun cadangan dan proyeksi produksi melonjak, catatan perdagangan menunjukkan Indonesia masih melakukan impor beras dalam jumlah terbatas pada tahun berjalan untuk kebutuhan tertentu dan stabilisasi harga.

Publik perlu mencermati perbedaan antara cadangan pemerintah stok untuk penanganan darurat dan kebutuhan spesifik yang kadang mendorong impor.

Kombinasi stok CBP yang besar dan proyeksi produksi yang meningkat memberi argumen kuat bahwa Indonesia bergerak menuju swasembada.

Akan tetapi, keberlanjutan capaian itu menuntut pengelolaan pasokan yang baik, distribusi logistik yang efisien, serta kebijakan harga dan penyimpanan yang tepat agar stok benar-benar mendukung ketahanan pangan nasional. (*/ign)

Editor : Gunawan.