Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Penguatan UMKM Digital dan Pembiayaan

Gunawan. • Sabtu, 29 November 2025 | 18:19 WIB
KERAJINAN LOKAL: Bupati Kotim Halikinnor bersama pelaku UMKM yang membuat kerajinan lokal. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT
KERAJINAN LOKAL: Bupati Kotim Halikinnor bersama pelaku UMKM yang membuat kerajinan lokal. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus memperkuat peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar pertumbuhan ekonomi dengan program-program yang menitikberatkan pada kapasitas produksi pembiayaan dan transformasi digital.

Hingga memasuki November 2025 pihak terkait melaporkan adanya kemajuan nyata dari beberapa inisiatif yang diluncurkan lintas kementerian dan lembaga.

Salah satu aspek utama kebijakan adalah mempercepat adopsi teknologi pada unit usaha kecil sehingga mereka tidak tertinggal dalam persaingan pasar.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menekankan bahwa penguasaan teknologi menjadi prasyarat agar produk lokal lebih kompetitif dan memenuhi standar pasar modern.

”Jika kesenjangan teknologi ini tidak segera diatasi UMKM berisiko tertinggal apalagi di tengah derasnya produk impor murah,” ujar Helvi.

Perbankan juga digandeng sebagai ujung tombak pemberdayaan lewat skema pembiayaan dan pendampingan berbasis komunitas.

Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyatakan bahwa lembaganya memperluas program pembinaan hingga ke desa desa melalui program Desa BRILiaN dan klaster usaha demi memperkuat kapasitas usaha dari akar rumput.

”Hingga akhir September 2025 BRI telah membina 4.909 Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Agus, seraya menjelaskan upaya bimbingan teknis manajemen dan digitalisasi yang dilakukan bank.

Pemerintah juga menggalakkan inisiatif, seperti program nasional “UMKM Go Digital” dan skema lainnya yang menghubungkan pelaku usaha dengan platform e-commerce fintech dan fasilitas pembiayaan untuk memperluas pasar.

Tujuan kebijakan ini adalah mendorong UMKM naik kelas sehingga memberikan dampak langsung pada pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Di panggung internasional, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama multilateral untuk memperkuat UMKM dan mengintegrasikan mereka ke rantai nilai global.

”APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal,” kata Presiden.

Dengan kombinasi akses teknologi pendampingan komprehensif dan pembiayaan yang lebih inklusif, Pemerintah bersama mitra swasta optimis UMKM akan menjadi pengungkit utama pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Implementasi nyata meliputi pelatihan digital peluncuran satu data UMKM percepatan KUR Padat Karya serta pembentukan klaster usaha di banyak desa untuk memperbaiki produktivitas dan akses pasar. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#pertumbuhan ekonomi #UMKM #digital