Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Fokus Terapkan 4A untuk Wujudkan Ketahanan Energi Berkelanjutan

Gunawan. • Jumat, 28 November 2025 | 14:55 WIB
JARINGAN GAS: Ilustrasi pegawai PGN tengah melakukan pemeriksaan jaringan distribusi gas untuk pelanggannya.
JARINGAN GAS: Ilustrasi pegawai PGN tengah melakukan pemeriksaan jaringan distribusi gas untuk pelanggannya.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus mendorong langkah menuju swasembada energi melalui kebijakan berbasis konsep 4A Ketahanan Energi Nasional yang menekankan Availability (ketersediaan), Accessibility (akses), Affordability (keterjangkauan), dan Acceptability (penerimaan lingkungan).

Pendekatan 4A ini diangkat sebagai kerangka untuk menyusun kebijakan dan program energi yang komprehensif.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad, menyatakan, Ditjen Migas bersama pemangku kepentingan melakukan berbagai upaya simultan, mulai dari peningkatan lifting migas dan hilirisasi hingga penerapan transisi energy, untuk mewujudkan target 4A tersebut.

”Kami melakukan serangkaian langkah strategis dari hulu hingga hilir dan mendorong transisi energi secara bertahap agar target 4A tercapai,” katanya.

Langkah pemerintah mendapat sambutan dari kalangan pengamat ekonomi. Pengamat Acuviarta Kartabi menilai, kebijakan ini penting untuk menurunkan ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Dia menyampaikan keyakinannya bahwa peningkatan kinerja korporasi energi dan efisiensi operasional menjadi penopang utama.

”Dari sisi laporan kinerja perusahaan yang semakin membaik, saya optimis Pertamina mampu mendukung target swasembada energy,” katanya.

Dia menekankan perlunya memperkuat distribusi serta efisiensi pengadaan migas.

Peran PT Pertamina (Persero) dinilai penting dalam realisasi program tersebut. Perusahaan melaporkan menjaga produksi migas pada level di atas satu juta barel setara minyak per hari pada semester pertama 2025 yang menunjukkan kontribusi operasional anak usaha hulu terhadap pasokan nasional.

Selain mempertahankan produksi, Pertamina juga mengumumkan temuan cadangan migas signifikan di wilayah kerja Rokan dengan potensi mencapai sekitar 724 juta barel setara minyak.

Pernyataan manajemen menyebut temuan ini sebagai salah satu penemuan besar yang dapat menambah ketersediaan sumber daya domestik.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, capaian temuan cadangan baru tersebut dan implikasinya terhadap ketahanan pasokan nasional.

Di sisi energi bersih, Pertamina aktif mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan seperti Pertamax Green 95 yang mengandung bioetanol 5 persen berbasis molase tebu sebagai salah satu upaya memenuhi aspek Acceptability dalam 4A.

Pertamina New & Renewable Energy (NRE) juga memetakan road-map pengembangan bioetanol hingga 2031 dan merencanakan reaktivasi/ pembangunan pabrik bioetanol (misalnya di Glenmore Banyuwangi) untuk memperkuat pasokan BBN dari bahan baku lokal tanpa mengganggu produksi gula.

CEO Pertamina NRE John Anis menyatakan, pengembangan bioetanol merupakan bagian strategi jangka menengah untuk mendukung transisi energi dan kemandirian bahan bakar nabati. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#swasembada energi