Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Data Bansos Diperbarui, Pastikan Bantuan Menjangkau Balita, Lansia, dan Pelajar

Gunawan. • Selasa, 25 November 2025 | 14:21 WIB
Ilustrasi bansos.
Ilustrasi bansos.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat upaya agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dengan mempererat koordinasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kedua lembaga sedang melakukan konsolidasi data melalui program groundcheck Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menjamin akurasi data penerima di lapangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, tim Kemensos bersama BPS dan Dinas Sosial di daerah telah bekerja di lapangan selama beberapa hari terakhir untuk memverifikasi dan memvalidasi data jutaan keluarga calon penerima manfaat.

”Kami menyampaikan hasil pemutakhiran bersama BPS dan Dinsos bahwa total Keluarga Penerima Manfaat desil 1-4 mencapai 35.046.783 orang. Dari jumlah itu, 16,3 juta merupakan KPM bansos reguler dan 18,7 juta adalah calon penerima BLTS,” ucap Saifullah Yusuf.

Dia menambahkan, verifikasi dilakukan secara teliti dan transparan agar bantuan benar-benar sampai ke pihak yang berhak.

”Untuk bansos reguler dari desil 1–4, verifikasi dan validasi telah rampung dan penyaluran sedang berjalan bertahap,” kata Saifullah.

Hasil pemeriksaan lapangan terhadap calon penerima BLTS menunjukkan sejumlah temuan yang menjadi dasar pembaruan data.

Dari 18,7 juta KPM baru yang ditelusuri, tercatat 16,8 juta sudah melalui proses verifikasi. Sebanyak 12,6 juta dinyatakan memenuhi syarat menerima bantuan sementara sekitar 4,2 juta dicoret karena tidak memenuhi kriteria dan 1,9 juta masih menunggu hasil verifikasi lanjutan.

Temuan ini dipakai untuk menyiapkan daftar calon pengganti yang lebih layak.

Kemensos menegaskan prioritas penyaluran tetap ditujukan pada kelompok rentan.

Kelompok yang mendapat perhatian khusus meliputi, balita dan pelajar dari keluarga miskin, lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, keluarga dengan rumah tidak layak huni, serta kepala keluarga dengan pekerjaan tidak tetap.

”Kami ingin memastikan setiap bantuan menyentuh mereka yang paling membutuhkan dan tidak terjadi data ganda atau penerima yang tak sesuai kriteria,” tegas Saifullah.

Melalui langkah konsolidasi data dan verifikasi lapangan, Kemensos berharap penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga dipandang sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk memperkuat jaring pengaman sosial di seluruh wilayah Indonesia, sehingga bantuan tidak sekadar bersifat sementara tetapi juga mendukung ketahanan keluarga. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#pelajar #lansia #kelompok rentan #bansos