Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ajak Publik Jaga Persatuan Usai Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Gunawan. • Kamis, 13 November 2025 | 13:10 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Istana Negara, Senin (10/11).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Istana Negara, Senin (10/11).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Republik Indonesia resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Jenderal Besar HM Soeharto melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang dibacakan dan diserahkan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Istana Negara.

Keputusan ini memicu respons beragam di ruang publik. Pemerintah meminta agar semua pihak menghormati putusan resmi negara.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat menahan diri dari provokasi dan menjaga ketertiban demi kepentingan bersama.

”Mari kita wujudkan nilai perjuangan dengan menjaga keamanan dan ketertiban bersama jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” katanya, seraya mengajak publik memaknai Hari Pahlawan sebagai momentum persatuan bukan perpecahan.

Pernyataan serupa tentang pentingnya bersikap arif terhadap perbedaan pendapat dilaporkan dalam keterangan pers Istana menjelang penganugerahan.

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan kesiapan mengawal situasi agar tetap kondusif dan mencegah tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan, aparat akan mengambil langkah antisipatif, namun tetap mengharapkan peran aktif masyarakat dalam menolak provokasi serta menyebarkan pesan persaudaraan.

”Kami telah menyiapkan langkah antisipatif agar situasi tetap aman dan damai namun yang terpenting adalah peran aktif masyarakat dalam menolak provokasi,” ujar Kapolri.

Dukungan terhadap penetapan gelar datang pula dari beberapa organisasi masyarakat. Perwakilan Muhammadiyah menyambut penganugerahan itu sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tokoh tersebut dalam perjalanan sejarah bangsa.

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Makroen Sanjaya, menuturkan, Soeharto merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa.

Dia mencontohkan keterlibatan Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Selain itu, suksesnya program Repelita dan swasembada beras merupakan warisan nyata pembangunan nasional. (*/ign)

Editor : Gunawan.