JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Memperingati Sumpah Pemuda ke-97, para akademisi, pejabat Kemenpora, dan aktivis menyerukan agar ruang digital dijaga agar tetap kondusif sebagai perwujudan nilai persatuan dan tanggung jawab kebangsaan di era informasi.
Nilai-nilai yang lahir pada 28 Oktober 1928 kini diuji dalam konteks dunia maya. Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Darsono, menegaskan pentingnya menerjemahkan semangat itu ke dalam perilaku digital generasi sekarang.
Menurut Darsono, ruang digital memunculkan pola interaksi sosial dan politik baru—dari echo chamber hingga risiko disinformasi—namun juga membuka peluang memperkuat solidaritas antargenerasi.
”Pemuda era digital harus menjadi digital citizen yang berkarakter,” ujarnya.
Suyadi Pawiro, Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat, Daerah, dan Internasional Kemenpora mengingatkan, peringatan Sumpah Pemuda bukan semata seremoni, melainkan panggilan agar nilai tersebut tercermin dalam perilaku sehari-hari di dunia maya.
Adapun tema resmi peringatan Sumpah Pemuda ke-97, yaitu “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu” sebagai kerangka acara nasional.
Suyadi juga menyatakan, Kemenpora memperkuat program literasi digital untuk pemuda sehingga mereka menjadi pelaku media sosial yang produktif, bertanggung jawab, dan menjaga keamanan ruang publik digital.
Sementara itu, aktivis dan peneliti, Dr Edriana, mengingatkan pentingnya kemampuan memilah informasi dan memahami mekanika platform digital.
Dia menyoroti generasi muda, termasuk Generasi Z, perlu peka terhadap algoritma dan warisan sejarah sebagai sumber semangat kebangsaan.
”Kita akrab dengan media digital namun seringkali salah kaprah memanfaatkannya,” katanya. (*/ign)
Editor : Gunawan.