JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menganggarkan sekitar Rp1,1 triliun dari APBN untuk membiayai gaji peserta Program Pemagangan Nasional yang menargetkan 100.000 peserta pada tahap tahun 2025.
Hal itu sebagai upaya memperkuat kapabilitas lulusan baru sebelum masuk dunia kerja.
Program itu dilaksanakan dengan memberi honor selama enam bulan setara Upah Minimum Provinsi/Kabupaten, sehingga pesertanya memperoleh penghasilan saat menjalani magang, sekaligus memperoleh pengalaman kerja praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pelaksanaan melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha melalui skema link-and-match.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alokasi anggaran untuk batch tahun ini.
”Yang batch ini, batch ini yang 100 ribu (orang) segitu (Rp1,1 triliun),” kata Airlangga saat menjelaskan besaran dan tujuan pendanaan program.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program itu akan berlanjut dan menargetkan kuota serupa pada 2026, sehingga upaya ini berpotensi menjadi program rutin tahunan.
”Insya Allah, 100 ribu lagi tahun depan dan ini akan menjadi program rutin pemerintah,” ujar Yassierli.
Pemerintah juga merencanakan batch kedua untuk 2025 dengan kuota sekitar 80.000 peserta yang dijadwalkan dibuka pada November.
Pelaksanaan batch pertama pada 20 Oktober 2025 diikuti puluhan ribu peserta yang telah lolos seleksi dan ditempatkan di berbagai perusahaan mitra.
Skema program berfokus pada pemagangan enam bulan dengan harapan sebagian peserta dapat langsung terserap ke dunia kerja melalui mekanisme link-and-match antara industri dan institusi pendidikan. (*/ign)
Editor : Gunawan.