Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pulau Jawa Jadi Tujuan Investasi Terbesar Nasional

Farid Mahliyannor • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:12 WIB
Kawasan industri masih menjadi magnet bagi investor dalam menanamkan investasinya. (Dok. Sier-Pier)
Kawasan industri masih menjadi magnet bagi investor dalam menanamkan investasinya. (Dok. Sier-Pier)

Radarsampit.jawapos.com - Pulau Jawa kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan mencatatkan kontribusi investasi terbesar sepanjang Januari hingga September 2025.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang mengalir ke wilayah Jawa mencapai Rp 692,5 triliun atau 48,3 persen dari total investasi nasional sebesar Rp 1.434,3 triliun.

Capaian ini menandai kepercayaan tinggi investor terhadap infrastruktur, akses pasar, dan ekosistem bisnis di Pulau Jawa.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi nasional hingga kuartal ketiga 2025 telah mencapai 75,3 persen dari target tahunan.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi yang sangat menarik bagi investor, baik domestik maupun asing,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (17/10).

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp 789,7 triliun atau 55,1 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 644,6 triliun atau 44,9 persen.

Rosan menilai dominasi PMDN sebagai sinyal positif atas kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap iklim usaha nasional.

“Ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan di dalam negeri untuk berinvestasi terus berjalan baik,” tambahnya.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kontribusi investasi terbesar, mengungguli luar Jawa yang mencatat Rp 741,8 triliun atau 51,7 persen. Lima provinsi dengan kontribusi investasi tertinggi didominasi oleh wilayah Jawa, yaitu:

- Jawa Barat: Rp 218,2 triliun

- DKI Jakarta: Rp 204,2 triliun

- Jawa Timur: Rp 105,1 triliun

- Banten: Rp 91,6 triliun

- Sulawesi Tengah: Rp 97,6 triliun (satu-satunya dari luar Jawa)

Menurut Rosan, dominasi Jawa tidak lepas dari kesiapan infrastruktur, kemudahan akses logistik, dan konsentrasi pasar yang tinggi.

“Jawa Barat dan DKI Jakarta menjadi magnet utama karena memiliki kawasan industri yang terintegrasi, tenaga kerja terampil, serta dukungan regulasi yang relatif stabil,” jelasnya.

Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, menilai bahwa dominasi Jawa dalam peta investasi nasional adalah hal yang wajar, namun tetap perlu diimbangi dengan pemerataan.

“Pulau Jawa memiliki keunggulan historis dan struktural. Namun, jika tidak diimbangi dengan insentif dan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, ketimpangan ekonomi akan terus melebar,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kawasan Industri Indonesia (AKI), Sanny Iskandar, menyebut bahwa investor cenderung memilih lokasi yang sudah siap pakai.

“Ketersediaan lahan industri, akses pelabuhan, dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor utama. Jawa masih unggul dalam hal ini,” katanya.

Capaian investasi Indonesia hingga kuartal ketiga 2025 menunjukkan tren positif, dengan Pulau Jawa tetap menjadi pusat gravitasi utama bagi investor. Infrastruktur yang matang, akses pasar yang luas, dan dukungan regulasi menjadi daya tarik utama wilayah ini.

Namun, pemerintah tetap dihadapkan pada tantangan untuk mendorong pemerataan investasi ke luar Jawa agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.

Rosan menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat ekosistem investasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan terus mendorong hilirisasi, mempercepat pembangunan kawasan industri di luar Jawa, dan memberikan insentif bagi investor yang mau masuk ke wilayah timur Indonesia,” tutupnya. (nur/jpg)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#investor #penanaman modal asing #pulau jawa #investasi