JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Kinerja sektor infrastruktur disebut sebagai salah satu alasan utama meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Hasil riset Index Politica menempatkan tingkat kepuasan publik pada angka 83,5 persen yang mencerminkan respons luas atas program-program pembangunan yang dinilai terlihat di lapangan.
Direktur Riset Index Politica Fadhly Alimin Hasyim mengatakan, data tersebut merupakan gambaran kuat tentang kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintahan saat ini.
”Data ini menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo serta eksposur positif di media massa yang sangat kuat dan positif,” ujarnya.
Survei dilaksanakan pada periode 1–10 Oktober 2025. Melibatkan 1.600 responden di 27 provinsi.
Selain angka kepuasan, survei juga mencatat bahwa sebagian besar responden familiar dengan program pemerintah.
Sekitar 90,8 persen menyatakan mereka mengetahui aktivitas dan kebijakan pemerintahan lewat pemberitaan di media massa dan platform digital.
Temuan ini menunjukkan tinggi-nya atensi publik terhadap langkah-langkah pemerintah dalam setahun terakhir.
Dari sisi penganggaran, pemerintah melaporkan penyerapan anggaran untuk infrastruktur yang signifikan pada triwulan ketiga 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan bahwa realisasi belanja infrastruktur tercatat Rp170,1 triliun atau setara 42,3 persen dari pagu Rp402,4 triliun yang dialokasikan pada APBN.
”Pembangunan infrastruktur penyerapannya mencapai 42,3 persen dari pagu Rp402,4 triliun,” jelas Suahasil.
Suahasil merinci beberapa penggunaan anggaran tersebut, termasuk revitalisasi sarana pendidikan senilai Rp12,2 triliun yang menyasar lebih dari 11.600 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA serta alokasi untuk pembangunan dan preservasi jalan sebesar Rp14,7 triliun dengan progres fisik hampir di angka target yang dilaporkan.
Realisasi untuk listrik perdesaan yang menjangkau puluhan provinsi juga disebutkan dalam paparan tersebut.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan, pembangunan yang berkelanjutan harus berdiri di atas fondasi pangan air dan energi.
”Jika kita sungguh-sungguh dalam membangun keberlanjutan kita harus mulai dari fondasi kehidupan setiap masyarakat pangan air dan energi Tanpa ini semua tak satu pun bangsa dapat membangun masa depan yang adil dan berkelanjutan,” kata AHY.
Menurutnya, pembangunan diarahkan pada pertumbuhan hijau yang efisien dan berkeadilan.
Konsistensi program serta upaya memperkuat akses dasar seperti jalan irigasi listrik dan sekolah dinilai menjadi bukti nyata bahwa anggaran diarahkan untuk pemerataan manfaat. (*/ign)
Editor : Gunawan.