Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Tahun Pertama MBG, Pemerintah Sebut Gizi dan Pendidikan Meningkat

Gunawan. • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:48 WIB
MAKAN BERGIZI GRATIS: Pemerintah melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) meninjau uji coba program Makan Bergizi Gratis yang dilakukan SDN Kedung Badak 1 dan SMP Siliwangi di Tanah Sareal, Kota B
MAKAN BERGIZI GRATIS: Pemerintah melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) meninjau uji coba program Makan Bergizi Gratis yang dilakukan SDN Kedung Badak 1 dan SMP Siliwangi di Tanah Sareal, Kota B

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran mendapat sambutan luas dari berbagai lapisan masyarakat pada tahun pertama pelaksanaannya.

Pemerintah menempatkan program ini sebagai upaya strategis untuk memperbaiki status gizi anak dan mendukung partisipasi pendidikan secara merata.

Presiden Prabowo Subianto menyebut, MBG sebagai investasi panjang bagi bangsa yang menyentuh kualitas generasi penerus.

”MBG bukan sekadar memberi makanan melainkan memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas itu investasi masa depan bangsa,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan program.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian dan sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendistribusikan bantuan pangan ke wilayah pelosok.

Presiden mengapresiasi peran kepala daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat yang aktif menjaga semangat gotong royong dalam pelaksanaan MBG.

”Saya mengapresiasi kepala daerah tenaga pendidik dan masyarakat yang bersama-sama menjaga semangat gotong royong dalam pelaksanaan MBG,” kata Prabowo.

Pemerintah menyatakan akan terus menyempurnakan sistem logistik agar jangkauan manfaat semakin luas.

Menko PMK Pratikno memaparkan hasil evaluasi awal yang menunjukkan indikator positif berupa kenaikan kehadiran siswa dan penurunan kasus gizi buruk di sejumlah daerah.

”Evaluasi kami menunjukkan angka kehadiran siswa meningkat dan kasus stunting mulai menurun di sejumlah daerah,” ujarnya, sambil menekankan pentingnya koordinasi Kemenko PMK Kemenkes dan lintas instansi untuk menjaga mutu makanan.

Di sisi lain, implementasi MBG juga menghadapi tantangan. Di antaranya, keterlambatan pembangunan dapur sekolah, ketiadaan fasilitas di daerah terpencil, serta kasus keracunan massal.

Sejumlah kalangan mendorong perbaikan prosedur keamanan pangan. Pemerintah merespons hal itu dan menegaskan standar keamanan pangan oleh Badan Gizi Nasional. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Makan Bergizi Gratis (MBG)