JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan komitmen nyata mempercepat pembangunan di Tanah Papua lewat pembentukan mekanisme koordinasi baru yang terintegrasi dan berfokus pada hasil.
Langkah ini bertujuan menyamakan laju pembangunan di wilayah timur dengan wilayah lain di Indonesia serta memperkuat keadilan sosial bagi masyarakat Papua.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Ketua dan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang bertugas menjadi payung koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di enam provinsi Papua.
Pelantikan ini dilandasi Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025 dan digelar di Istana Negara.
Velix Vernando Wanggai yang ditunjuk sebagai Ketua Komite mengatakan bahwa penugasan ini menunjukkan perhatian langsung Presiden terhadap tata kelola pembangunan di Papua.
”Presiden ingin agar setiap program pembangunan di Papua benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan dikelola dengan koordinasi yang kuat,” ujar Velix usai pelantikan.
Komite Eksekutif akan menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan enam provinsi di Tanah Papua sekaligus memfasilitasi sinkronisasi program prioritas.
Melalui mekanisme ini diharapkan perencanaan dan pelaksanaan proyek strategis—mulai dari pembangunan jalan antarkabupaten hingga penguatan layanan publik—dapat berjalan lebih efisien dan sesuai karakteristik lokal.
Gubernur Papua Matius Fakhiri menyambut baik pembentukan komite dan menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk bersinergi.
”Koordinasi intensif adalah kunci agar persoalan pembangunan mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan masyarakat cepat terselesaikan,” kata Matius.
Dia menilai komite nasional akan memperlancar implementasi kebijakan pusat sekaligus memberi ruang bagi pendekatan berbasis kearifan lokal.
Pemerintah pusat menekankan pendekatan inklusif di mana partisipasi masyarakat setempat menjadi unsur penting.
Dengan memasukkan perspektif lokal dan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat desa hingga provinsi, pembangunan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Visi besar yang ditonjolkan adalah menjadikan Papua sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.
Dengan sistem koordinasi yang diperkuat, dukungan anggaran dan kebijakan yang terarah, serta kolaborasi antara pusat dan daerah, percepatan pembangunan Papua diharapkan berlangsung lebih terukur, berkeadilan, dan berkelanjutan. (*/ign)
Editor : Gunawan.