JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus menjalankan serangkaian pelatihan dan program pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hal itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku industri kreatif, sehingga pelaku usaha mendapat akses inovasi dan teknologi digital untuk naik kelas.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir sebagai pembicara utama dalam rangkaian acara Lampung Begawi 2025 yang digelar di Lampung City Mall Bandarlampung.
Dalam sambutannya, Jihan menekankan bahwa permodalan saja tidak cukup.
”Modal finansial tidaklah memadai UMKM perlu inovasi peningkatan mutu produk komunikasi yang efektif serta pemanfaatan teknologi digital itu merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus ditangani bersama,” ujarnya.
Menurut Jihan, total UMKM di Provinsi Lampung tercatat mendekati setengah juta unit, sehingga potensi pasar dan hilirisasi produk cukup besar, namun banyak pelaku yang masih perlu meningkatkan literasi digital dan kapasitas SDM.
Untuk itu, pemerintah mendorong percepatan digitalisasi agar UMKM memperoleh akses pasar pembiayaan dan pendampingan yang lebih luas.
Di sisi korporasi perbankan Bank Negara Indonesia (BNI) melalui Rumah BUMN di Belu Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan workshop bertajuk ”17 Jurus AI Bantu UMKM Naikkan Omset Hingga Milyaran” pada 23 September 2025 secara hybrid yang diikuti sebanyak 31 peserta.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas digital UMKM khususnya di kawasan timur Indonesia.
”Lewat program ini pelaku usaha didorong memanfaatkan tools AI, sehingga pekerjaan sehari-hari bisa lebih ringan dan dapat dilakukan melalui smartphone,” kata Okki.
Praktisi Internet marketing Iqrok Wahyu Perdana tampil memberikan tutorial pemanfaatan AI untuk bisnis.
Pelatihan diberikan mulai dari pengolahan foto produk pembuatan video promosi hingga pembuatan konten pemasaran dengan aplikasi seperti ChatGPT dan Google Gemini, sehingga peserta mendapatkan kiat praktis penerapan teknologi dalam operasional usaha.
Okki menambahkan, selain keterampilan teknis, pelatihan juga membuka wawasan tentang strategi pemasaran dan analisis data yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan bisnis.
”Kami berharap pelatihan ini memberi keterampilan dan wawasan baru yang membantu UMKM mengembangkan usaha melalui teknologi AI,” ujarnya.
Peluang ekonomi digital Indonesia dipandang signifikan pada tahun-tahun mendatang dengan proyeksi nilai ekonomi digital yang besar.
Karena itu, kesempatan di pasar e-commerce menjadi peluang penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan produk sampai ke level nasional dan internasional.
Kolaborasi antara pemerintah daerah perbankan dan praktisi digital menjadi kunci agar UMKM benar-benar mampu memperkuat posisinya sebagai tulang punggung ekonomi. (*/ign)
Editor : Gunawan.