Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Status Tetap Siaga, Gunung Merapi Luncurkan 88 Guguran Lava hingga 2 Kilometer dalam Sepekan Ini

Slamet Harmoko • Sabtu, 27 September 2025 | 14:52 WIB

 

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi. Dalam periode 19–25 September 2025, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 88 kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merincikan bahwa dalam lima kali guguran tercatat menuju hulu Kali Bebeng, 37 kali ke arah hulu Kali Krasak, dan 46 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih.

"Analisis morfologi menggunakan kamera Ngepos dan Babadan2 menunjukkan adanya perubahan kecil pada Kubah Barat Daya akibat aktivitas guguran lava," katanya dalam rilis tersebut.

Sementara Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan berarti. Data foto udara pada 25 Agustus 2025 mencatat volume Kubah Barat Daya sebesar 4,17 juta meter kubik, sedangkan Kubah Tengah mencapai 2,36 juta meter kubik.

Aktivitas Kegempaan Meningkat

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat peningkatan aktivitas kegempaan dibandingkan minggu sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir terdeteksi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 644 kali gempa fase banyak, 520 kali gempa guguran, dan sembilan kali gempa tektonik.

Meski pemantauan deformasi tubuh gunung melalui EDM dan GPS menunjukkan kondisi relatif stabil, peningkatan aktivitas seismik ini menjadi sinyal bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Status Tetap Siaga

Berdasarkan hasil pengamatan visual maupun instrumental, Gunung Merapi masih berada pada status Siaga (Level III). Saat ini Merapi mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava pijar dan material guguran.

Potensi bahaya yang diwaspadai meliputi guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan–barat daya, mencakup alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Imbauan dan Mitigasi

BNPB bersama BPPTKG dan BPBD di wilayah terdampak meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di zona potensi bahaya, tetap waspada terhadap ancaman awan panas maupun lahar, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik yang bisa memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten juga diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan jalur evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, logistik, masker, serta memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik.

“Apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung, status Merapi akan segera ditinjau kembali dan informasi resmi akan disampaikan kepada masyarakat,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9).

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat atau kanal resmi BNPB, BPPTKG, dan BPBD agar mendapatkan arahan yang tepat dan terpercaya. (*)

 

Editor : Slamet Harmoko
#erupsi gunung merapi #gunung merapi