Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Setelah Demo dan Reshuffle, Kini Media Asing Soroti Banjir Besar di Bali

Usay Nor Rahmad • Kamis, 11 September 2025 | 17:15 WIB

Suasana bangunan rumah banjir di Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). (Bayu Sastra Negari/ Radar Bali)
Suasana bangunan rumah banjir di Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). (Bayu Sastra Negari/ Radar Bali)

Radarsampit.jawapos.com – Belum reda sorotan publik atas aksi demo dan reshuffle kabinet di Indonesia, kini perhatian dunia beralih ke bencana banjir besar yang melanda Bali.

Sejumlah media asing ternama menyoroti derasnya hujan yang memicu banjir bandang, menewaskan belasan orang dan mengganggu aktivitas di pulau wisata internasional tersebut.

Kantor berita AFP menulis dengan tajuk “Deadly Floods Inundate Indonesia’s Bali and Flores Islands”. Media asal Prancis itu menyoroti sembilan orang tewas akibat hujan lebat sejak Selasa (9/9/2025), serta menekankan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum musim hujan resmi dimulai. Situasi itu dinilai sebagai fenomena cuaca yang tidak biasa.

Liputan senada juga datang dari The Guardian di Inggris yang menyoroti banjir kilat (flash floods) yang merendam kawasan Denpasar dan sekitarnya. Akses jalan utama lumpuh, bahkan jalur menuju Bandara Internasional Ngurah Rai sempat terganggu.

Sementara itu, Sydney Morning Herald di Australia menyoroti aspek lain: sampah yang menumpuk di saluran air turut memperparah luapan banjir, membuat wisatawan dan ekspatriat ikut terdampak.

Sorotan tajam juga datang dari Reuters, yang menyebut sedikitnya 14 orang meninggal dunia di Bali akibat banjir.

Reuters menekankan bagaimana banjir tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur, menenggelamkan ratusan rumah, dan memutus akses transportasi vital.

Bencana ini kian mendapat perhatian global karena Bali adalah destinasi wisata dunia. Gangguan pariwisata akibat banjir menjadi berita besar di banyak media asing.

Wisatawan yang terjebak di hotel maupun bandara menjadi bagian dari laporan mereka, seolah menegaskan bahwa bencana ini tidak hanya urusan domestik, melainkan juga menyentuh kepentingan global.

Selain faktor pariwisata, isu perubahan iklim turut diangkat. Media asing menghubungkan banjir Bali dengan pola cuaca ekstrem yang makin sering terjadi di Asia Tenggara.

Intensitas hujan yang di luar kebiasaan dianggap sebagai sinyal kuat bahwa krisis iklim nyata adanya, sementara infrastruktur di daerah rawan banjir dinilai belum mampu mengantisipasi situasi seperti ini.

Banjir juga dilaporkan meluas ke beberapa daerah lain, termasuk di Pulau Flores. Pemerintah pusat dan daerah kini diminta bergerak cepat untuk mengevakuasi warga, mendistribusikan bantuan, serta mengatasi penyumbatan saluran air yang memperparah kondisi banjir.

Kenyataan bahwa banjir besar ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah dinamika politik nasional seperti demo dan reshuffle kabinet, membuat situasi Indonesia semakin menjadi pusat perhatian dunia.

Media asing menilai, ujian yang dihadapi pemerintah kini bukan hanya soal stabilitas politik, tetapi juga kesiapan menghadapi bencana alam di tengah krisis iklim global. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir denpasar #banjir bali