JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) akan menjadi penggerak utama pemerataan ekonomi dari desa ke kota dan membuka peluang kerja dalam skala luas.
Pernyataan itu disampaikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI.
Pemerintah mencatat pembentukan sekitar 80.000 koperasi desa/kelurahan sebagai titik awal penguatan ekonomi kerakyatan, dengan peluncuran besar-besaran yang dilakukan termasuk di Klaten.
Progres pembentukan koperasi melalui musyawarah desa/kelurahan dilaporkan mencapai lebih dari 81 ribu per 1 Agustus 2025.
”Koperasi di setiap desa akan meningkatkan ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja,” katanya.
Dia menargetkan setiap koperasi memiliki infrastruktur dasar, seperti gudang, cold storage, gerai layanan, serta dua unit truk operasional sebelum akhir 2025 untuk memperkuat distribusi dan penyerapan produksi lokal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyiapkan pembiayaan murah melalui penempatan dana APBN di bank-bank Himbara.
Skema ini memungkinkan koperasi memperoleh kredit dengan bunga sekitar 6 persen dan tenor hingga enam tahun untuk mendukung modal kerja dan investasi operasional.
Juru Bicara Ekonomi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fithra Faisal, menjelaskan KDMP/KKMP dirancang mengintegrasikan kegiatan hulu hingga hilir secara partisipatif sehingga nilai tambah produksi tetap berada di komunitas lokal.
Program ini juga dipandang sebagai implementasi semangat Pasal 33 UUD 1945 tentang ekonomi kerakyatan.
Pemerintah berharap infrastruktur koperasi dan akses pembiayaan yang disediakan dapat memperkuat distribusi pangan, mendorong pengolahan skala kecil, serta membuka pekerjaan di tingkat desa, mulai dari pengelolaan gudang hingga layanan ritel koperasi. (*/ign)
Editor : Gunawan.