Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tahun 2024 PT PLN Persero Raih Pendapatan Rp545,4 Triliun.Penjualan Listrik Didominasi untuk Rumah Tangga

Dodi Abdul Qadir • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 06:15 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat mendampingi petugas melakukan monitoring sistem kelistrikan secara digital.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat mendampingi petugas melakukan monitoring sistem kelistrikan secara digital.

JAKARTA,radarsampit.jawapos.com- PT PLN (Persero) berhasil menembus daftar Fortune Global 500 tahun 2025 dan menempati peringkat ke-469 dunia. Hal itu didorong oleh pendapatan sebesar Rp545,4 Triliun sepanjang 2024 atau tumbuh 11,9persen dibanding tahun 2023. Capaian ini menempatkan PLN sebagai satu-satunya perusahaan utilitas asal Indonesia yang masuk dalam daftar korporasi terbesar global.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan keberhasilan ini sebagai hasil dari konsistensi dan ketangguhan perusahaan dalam memperkuat daya saing di kancah internasional.

 “Masuknya PLN ke dalam daftar Fortune Global 500 adalah bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan membuahkan hasil. Ini bukan hanya pengakuan terhadap skala usaha kami, tetapi juga terhadap daya saing dan ketahanan bisnis PLN dalam menjawab dinamika global,”ujarnya.

Darmawan menjelaskan, peningkatan pendapatan PLN didorong oleh volume penjualan listrik yang mencapai 306,22 terawatt hour (TWh) sepanjang 2024. Naik 6,17persen dibanding tahun sebelumnya. Konsumsi tenaga listrik tersebut setara dengan Rp353,17Triliun.

Penjualan listrik didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 43persen, disusul sektor industri 30persen, sektor bisnis 19persen, dan sektor lainnya 8persen. Konsumsi listrik rumah tangga tercatat tumbuh 6,62persen menjadi 130,43 TWh, sementara konsumsi sektor industri meningkat 4,17persen menjadi 92,28 TWh.

 “Capaian ini tak lepas dari dukungan penuh pemerintah dalam menciptakan iklim investasi dan kebijakan energi yang kondusif, serta kepercayaan masyarakat yang terus mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik,” papar Darmawan.

Disampaikannya pula, kinerja keuangan PLN juga ditopang oleh efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio bisnis yang adaptif terhadap dinamika pasar global.“Kami menerapkan efisiensi menyeluruh tanpa mengurangi kualitas layanan. Melalui digitalisasi sistem, penguatan struktur keuangan, dan inovasi layanan pelanggan, kami berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus menekan beban operasional,” urainya.

Selain pertumbuhan pendapatan, kesehatan keuangan PLN juga tercermin dari membaiknya Debt to Equity Ratio (DER) menjadi 38,02persen. Sementara Consolidated Interest Coverage Ratio (CICR) meningkat menjadi 3,71 kali pada 2024.

Salah satu inisiatif kunci PLN dalam penguatan sistem keuangan adalah program Cash War Room (CWR), yang mengintegrasikan pengelolaan anggaran, likuiditas, manajemen utang, dan valuasi aset. PLN juga menerapkan berbagai inisiatif strategis seperti spend control tower, centralized payment, dan centralized planning guna menciptakan visibilitas tinggi dan menjaga efisiensi di seluruh lini keuangan.

 “Dengan sistem centralized payment, kami dapat mempercepat proses pembayaran bahkan sebelum jatuh tempo. Ini berdampak langsung pada kesehatan finansial dan daya saing perusahaan,” lanjut Darmawan.

 Tak hanya itu, total aset PLN juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2024, aset perusahaan tercatat sebesar Rp1.772,4 Triliun, naik 6,09persen dibanding tahun sebelumnya. Ini mencerminkan fundamental keuangan yang solid serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang PLN.

Darmawan juga menyoroti peran sistem digital dalam mempercepat kinerja dan memperluas jangkauan layanan. PLN terus membangun infrastruktur teknologi untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, sekaligus memperkuat ekosistem energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 “Kami tidak berhenti bertransformasi. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi, membangun ekosistem energi hijau, dan memperluas kerja sama internasional demi memastikan PLN mampu bersaing di panggung global dan menjadi motor penggerak transisi energi Indonesia,” pungkasnya. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#PT PLN Persero #Penjualan listrik #pendapatan #sektor rumah tangga