JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyediakan dana sebesar Rp130 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor perumahan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, menyatakan bahwa alokasi ini menunjukkan kemandirian Indonesia tanpa ketergantungan pada pinjaman luar negeri.
”Saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden, kementerian kami tidak mengambil pinjaman asing tahun ini. Keputusan ini rasional dan membuktikan Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Maruarar.
Maruarar menambahkan, penyaluran dana dari Danantara ditargetkan tuntas dalam enam bulan mendatang.
”Karena kebijakan ini diambil pertengahan tahun, kami perlu menyiapkan SDM yang tangguh, profesional, dan berintegritas untuk mengelola penyaluran,” lanjutnya.
Langkah ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto agar sektor perumahan tumbuh mandiri.
”Prinsip Pak Prabowo, berdiri di kaki sendiri. Meski investasi asing—seperti dari Qatar—sangat baik, kita memiliki Danantara yang terpercaya di mata internasional,” tegas Maruarar.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan kerja sama dengan bank Himbara, Bank Syariah Indonesia, dan BTN telah dibahas untuk mempercepat pembiayaan.
”Hingga akhir tahun, kami perkirakan penyaluran mencapai Rp130 triliun. Skema pendanaan sudah siap dan akan segera dijalankan,” kata Rosan.
Ia menambahkan, program ini juga menguntungkan perbankan karena didukung jaminan rumah sebagai agunan serta subsidi bunga dari pemerintah.
”Perbankan senang karena ada jaminan, bunga dibantu pemerintah, dan prosesnya juga akan dipermudah,” pungkas Rosan. (*/ign)
Editor : Gunawan.