JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah mempercepat pembangunan 30.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng sektor swasta melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menyampaikan kesiapan organisasi usahanya untuk mendirikan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pilot project.
”Kami sangat antusias mendukung MBG Gotong Royong Kadin. Target 30.000 titik SPPG menantang, tapi kami optimistis bisa tercapai,” ujarnya.
Di Kota Malang, pembangunan dapur SPPG diawasi langsung oleh Kantor Staf Presiden.
Anto Mukti Putranto dari KSP menegaskan setiap dapur wajib lolos inspeksi kelayakan sebelum mulai memasok makanan bergizi.
”Beberapa perbaikan teknis diperlukan, namun prinsip kebersihan dan alur logistik yang efisien harus menjadi prioritas,” kata Anto.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah dan penggunaan air bersih harus diintegrasikan dengan kegiatan pertanian lokal.
”Manfaatkan limbah cair untuk menyirami tanaman bahan baku, sehingga dapur ini berfungsi ganda dan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Anto juga menekankan pentingnya manajemen risiko guna mencegah gangguan operasional.
”Siapkan prosedur darurat untuk mengantisipasi keterlambatan atau kekurangan bahan, sehingga pelayanan MBG berjalan lancar sesuai jam istirahat siswa,” tutupnya.
Dengan kolaborasi intens antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan, dapur SPPG diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Gunawan.