Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penguatan Pembiayaan Tekstil Diharap Redam Risiko PHK

Gunawan. • Senin, 26 Mei 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi pekerja swasta (Frizal/Jawa Pos)
Ilustrasi pekerja swasta (Frizal/Jawa Pos)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menekankan urgensi memperluas akses pembiayaan di sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai langkah preventif untuk mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah gejolak pasar global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong skema pembiayaan berkelanjutan bagi pelaku industri TPT.

Melalui dukungan pendanaan yang memadai, diharapkan pabrikan tekstil mampu bertahan menghadapi tekanan impor dan menahan penurunan kinerja yang berpotensi menimbulkan PHK massal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri TPT yang tangguh dan berdaya saing di pasar internasional.

”Industri TPT nasional memiliki peluang besar di pasar domestik maupun ekspor. Namun, persoalan struktural seperti tingginya biaya logistik dan dominasi pasar ekspor tertentu harus segera diatasi melalui pendekatan Indonesia Incorporated—kolaborasi nyata antara pelaku industri, perbankan, BUMN, dan pemerintah,” ujar Dian.

Dian juga menyoroti peran vital sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, sebagai fasilitator pembiayaan dan penopang struktur bisnis industri TPT.

”Sinergi antara perbankan dan industri TPT perlu diperkuat agar penyaluran dana lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan sektor riil berkelanjutan. Perluasan akses pembiayaan juga harus disertai penguatan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.”

Menurut Dian, seluruh pemangku kepentingan hendaknya bersama-sama mencari solusi untuk menekan biaya logistik ekspor TPT agar produk Indonesia mampu bersaing dengan negara eksportir lain.

Selain itu, diversifikasi pasar ekspor di luar destinasi utama—seperti Amerika Serikat, Turki, China, Malaysia, dan Jepang—juga menjadi prioritas.

”Upaya ini penting guna merespons tantangan perdagangan global yang kian bergeser akibat tren deglobalisasi, sehingga fairness dalam perdagangan internasional perlu terus dijaga,” tambah Dian.

Di sisi lain, Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa sektor tekstil merupakan salah satu kontributor utama dalam industri pengolahan yang menopang perekonomian nasional.

”Bank Mandiri akan memperkuat sinergi dengan pelaku industri, regulator, dan mitra strategis lain untuk mendorong pertumbuhan industri pengolahan secara inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Dengan ketersediaan pembiayaan yang memadai, pelaku usaha TPT diharapkan mampu mempertahankan operasional dan tenaga kerja, sehingga langkah ini menjadi strategi efektif dalam meredam potensi PHK di tengah tantangan global. (*)

Editor : Gunawan.
#tekstil #phk #pekerja