JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Kementerian Perhubungan bersama sejumlah instansi terkait menerapkan strategi pengaturan lalu lintas di jalur utama seluruh Indonesia dalam arus balik Lebaran 2025.
Hal itu untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan dan meminimalisir kemacetan yang kerap terjadi pada masa arus balik.
Rangkaian strategi tersebut mencakup beberapa langkah, seperti penjadwalan ulang puncak arus balik, pembatasan akses kendaraan berat di sejumlah rute, serta penerapan sistem contraflow (alur berlawanan) di titik-titik rawan kemacetan.
Selain itu, penempatan pos pengamanan dan pos pemeriksaan akan ditingkatkan untuk menjamin keamanan serta kelancaran perjalanan para pemudik.
Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, menyatakan bahwa pihaknya telah merancang skema pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2025.
Menurut Agus, upaya ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menginstruksikan agar disusun strategi operasional untuk mengatasi arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada 5 atau 6 April mendatang.
Penerapan sistem contraflow direncanakan dimulai pada Tol Jakarta-Cikampek dari KM 70 hingga KM 47, dengan kemungkinan perpanjangan hingga KM 36 apabila volume lalu lintas masih tinggi.
”Kami akan terus memonitor parameter seperti jumlah kendaraan dan rasio visi di lapangan untuk menentukan kelanjutan sistem contraflow,” jelas Agus.
Sementara itu, untuk pengaturan one-way lokal tahap pertama, rute yang ditetapkan adalah dari KM 188 di Palimanan hingga KM 70 di Cikatama.
Jika lonjakan kendaraan tetap signifikan, akan diberlakukan sistem contraflow tahap kedua mulai dari KM 246 hingga KM 188.
Agus menambahkan, “Pada tanggal 3 nanti, kami akan menerapkan one-way lokal. Jika pada tanggal 4 terjadi peningkatan arus yang signifikan dari arah timur menuju Jakarta, kami siap mengaktifkan contraflow tahap kedua.”
Melalui pengaturan ini, diharapkan para pemudik dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman dan lancar.
Pihak terkait akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan langkah operasional sesuai perkembangan arus lalu lintas. (*)
Editor : Gunawan.