JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Libur Lebaran tahun 2025 diprediksi akan membawa lonjakan konsumsi rumah tangga, sehingga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan guna meningkatkan daya beli masyarakat, yang diharapkan turut mengakselerasi pergerakan ekonomi di kuartal awal tahun 2025.
Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, menyatakan bahwa rangkaian stimulus seperti bantuan sosial, potongan harga tiket pesawat, dan diskon tarif tol dapat memperkuat daya tarik belanja selama musim Lebaran.
”Kenaikan konsumsi ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi hingga lebih dari 5% di kuartal I-2025,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perputaran uang yang semakin cepat di berbagai daerah tujuan mudik. Arus kas yang mengalir dari kegiatan mudik diperkirakan akan membawa dampak positif pada perekonomian lokal, terutama di sektor perdagangan dan pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan utama ekonomi daerah.
Contoh nyata dampak positif ini terlihat di Sumatera Barat. Menurut Sari Lenggogeni, Ph.D., pakar pariwisata nasional, provinsi tersebut selalu menjadi salah satu dari lima besar tujuan pemudik.
”Pada masa Lebaran, Sumbar kerap dipenuhi pemudik baik melalui perjalanan darat maupun udara, menjadikannya momentum emas untuk menggerakkan perekonomian lokal,” jelasnya.
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga mengalami peningkatan signifikan dengan bertambahnya jumlah kunjungan ke destinasi wisata, terutama yang sempat viral di media sosial.
”Media sosial dan peran influencer sangat berpengaruh dalam menentukan pola kunjungan, sehingga destinasi wisata harus siap dengan infrastruktur, layanan, dan keamanan yang optimal,” tambah Sari.
Selain sektor pariwisata, ekonomi kreatif—mulai dari kerajinan tangan hingga oleh-oleh khas daerah serta produk UMKM—juga merasakan lonjakan permintaan.
Sektor perhotelan dan transportasi pun diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas, seiring dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi selama libur Lebaran.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, momentum Lebaran 2025 diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan ekonomi nasional, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang akhirnya berkontribusi pada kemajuan ekonomi secara menyeluruh. (*)
Editor : Gunawan.