Radarsampit.jawapos.com – Ruben Kalolik, Kepala Suku Wosak di Papua Pegunungan, menyatakan keprihatinannya atas insiden brutal yang menimpa tenaga kesehatan dan guru di Kabupaten Yahukimo.
Menurutnya, masyarakat di daerah tersebut menginginkan kehidupan yang damai dan tenteram, sehingga aksi kekerasan seperti ini tidak dapat diterima.
Dalam keterangannya, Kalolik mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kejadian yang merenggut nyawa tenaga pengajar dan medis yang berperan penting dalam memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
”Kita semua menginginkan ketenangan. Tidak semestinya terjadi kekerasan seperti penembakan yang merugikan banyak pihak, terutama mereka yang berusaha menciptakan suasana harmonis dan menyediakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Kalolik juga mengimbau TNI dan Polri untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mengembalikan situasi ke kondisi yang aman dan kondusif.
Ia menekankan perlunya sinergi antara aparat keamanan dan warga agar daerah tersebut bisa kembali tenang tanpa adanya gangguan.
Tak hanya itu, tokoh agama Papua, Pendeta Yones Wenda, juga menyuarakan keprihatinannya atas aksi kekejaman yang dilakukan OPM.
Menurutnya, para guru yang menjadi korban merupakan sosok pendidik yang memiliki niat mulia dalam membekali generasi muda Papua agar mampu memimpin daerah mereka sendiri di masa depan.
”Tindakan yang dilakukan terhadap guru tersebut jelas melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip yang terkandung dalam ajaran agama, di mana hidup manusia harus dihargai,” ujar Pendeta Wenda.
Ia menambahkan bahwa pembunuhan yang terjadi bertentangan dengan perintah ilahi yang tercantum dalam Kitab Keluaran pasal 20 ayat 13, yang melarang tindakan membunuh.
”Setiap nyawa adalah ciptaan Tuhan yang harus dihormati. Oleh karena itu, tindakan pembunuhan di Yahukimo ini patut dikecam,” pungkasnya.
Pendeta Yones Wenda mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menghargai peran tenaga kesehatan dan pendidik yang selama ini bekerja tanpa lelah demi kebaikan anak-anak bangsa, serta mendorong terciptanya perdamaian di Tanah Papua. (*)
Editor : Gunawan.