Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kutuk Keras Tindakan OPM terhadap Warga Sipil, Satu Guru Jadi Korban Meninggal

Gunawan. • Minggu, 23 Maret 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.

JAYAPURA, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah guru yang menjadi korban serangan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil dievakuasi Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III.

Letnan Kolonel Infanteri Gustiawan, Komandan Satgas Rajawali II, menyampaikan bahwa operasi penyelamatan dilakukan dengan pengamanan ketat meskipun dihadapkan pada ancaman dari kelompok bersenjata.

”Walaupun menghadapi kondisi sulit di lapangan, koordinasi yang solid membuat evakuasi berjalan aman," ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tujuh korban dievakuasi. Satu guru dinyatakan gugur akibat serangan brutal, sedangkan enam guru lainnya mengalami luka-luka; di antaranya, tiga mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.

Korban yang meninggal, Rosalina, serta para guru yang terluka telah diterbangkan ke Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam terhadap aksi teror seperti ini.

”Kami mengecam keras tindakan keji ini dan aparat keamanan akan terus memburu serta menindak tegas pelaku kejahatan kemanusiaan," katanya.

Kolonel Candra Kurniawan, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, juga membantah klaim OPM yang mengaitkan para korban dengan aktivitas mata-mata militer.

”Guru dan tenaga kesehatan ini adalah warga sipil yang berkontribusi bagi kemajuan Papua. Tindakan OPM merupakan pelanggaran terhadap kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan," tegasnya.

Sebelumnya, melalui juru bicara, Sebby Sambom, kelompok bersenjata OPM mengaku bertanggung jawab atas serangan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka pada para guru serta tenaga kesehatan.

Aksi brutal tersebut telah memicu kecaman luas, dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan serangan terhadap sektor pendidikan di Papua.

Pihak keamanan terus meningkatkan patroli dan upaya penangkapan pelaku demi menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman teror oleh kelompok separatis bersenjata. (*)

Editor : Gunawan.
#tni #warga sipil #guru #opm