JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Dalam upaya mengurangi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), pemerintah tengah giat menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Berbagai strategi telah diimplementasikan, mulai dari penguatan pasar kerja, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga pemberian dukungan bagi sektor industri utama.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa prospek pasar kerja Indonesia tetap optimis.
Menurut data dari Pusat Pasar Kerja Kemnaker, saat ini terdapat 341.086 lowongan kerja yang tersebar, baik di dalam maupun di luar negeri.
”Data ini menunjukkan adanya pertumbuhan positif di pasar kerja, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan karier di sektor-sektor yang beragam,” ujarnya.
Salah satu upaya konkrit pemerintah adalah melalui pengembangan PSN. Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, menyoroti potensi besar dari proyek Rempang Eco-City yang diperkirakan mampu menyerap hingga 85.000 tenaga kerja.
Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan menarik investasi mencapai Rp200 triliun, khususnya dari sektor industri seperti pabrik kaca, dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada sektor tekstil, yang merupakan salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa sektor ini menyerap hampir 4 juta pekerja dan menghasilkan ekspor senilai lebih dari US$2 miliar.
”Pemerintah sedang menyederhanakan rantai pasok—mulai dari ketersediaan bahan baku hingga legal import—serta mengharmonisasikan tarif untuk mendukung efisiensi sektor ini,” jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto pun mendorong agar program padat karya, khususnya di sektor tekstil dan alas kaki, dapat dimasukkan dalam daftar PSN.
Dengan demikian, diharapkan akan segera diberikan kemudahan perizinan serta insentif yang mendongkrak pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja baru.
Melalui rangkaian kebijakan dan inisiatif tersebut, pemerintah optimis jumlah lapangan kerja bagi korban PHK dan pencari kerja akan terus bertambah.
Komitmen untuk mendorong investasi, menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan mendukung keberlanjutan sektor industri tetap menjadi prioritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Gunawan.