Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Seperti Ini Alur Pemesanan hingga Distribusi Senjata Api dan Amunisi untuk Kelompok Separatis Teroris

Slamet Harmoko • Minggu, 16 Maret 2025 | 11:30 WIB

 

Kapolda Jatim Komjen Pol Imam Sugianto (tengah) menunjukkan senjata api yang diproduksi di Bojonegoro dan dipasok untuk KKB Papua. (Moch Asim/Antara)   
Kapolda Jatim Komjen Pol Imam Sugianto (tengah) menunjukkan senjata api yang diproduksi di Bojonegoro dan dipasok untuk KKB Papua. (Moch Asim/Antara)  
 

Senjata Produksi PT Pindad di Tangan Separatis, Ada Keterlibatan Tentara Aktif

Radarsampit.jawapos.com - Amunisi produksi PT Pindad yang disita dari tangan otak komplotan perakit senjata api di Bojonegoro diduga berasal dari tentara aktif.

Jejaring Bojonegoro-Sleman-Papua terbentuk karena pertemanan di komunitas berburu.

Sehari-hari, di mata tetangga, Mukhamad Kamaludin terlihat seperti orang bingung. Kerap tidak nyambung ketika diajak ngobrol.

Tak ada bayangan pria yang tinggal di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), itu terlibat dalam perakitan senjata api (senpi).

”Keluarganya juga mengaku baru tahu kalau terlibat yang kayak gitu,” kata Alwi, salah seorang tetangga, kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Di Desa Kalianyar, warga juga tak begitu mengenal Teguh Wiyono meski sudah lima tahun dia mengontrak rumah di desa yang masuk wilayah Kecamatan Kapas tersebut bersama istri dan anak. ”Jarang kelihatan, yang tahu cuma anak dan istrinya,” ungkap Budi, tetangganya.

Teguh dan Kamaludin ditangkap polisi pada Sabtu (8/3) pekan lalu bersama Pujiono. Teguh merupakan otak komplotan yang bermarkas di Perumahan Citra Modern RT 11 Blok 3 Nomor 1, Kalianyar, Kapas, Bojonegoro (selengkapnya lihat grafis).

Senpi yang dirakit di desa di kabupaten tepian Bengawan Solo itu ternyata mengalir jauh sekali sampai ke Papua sana, dengan tujuan akhir mereka yang tergabung dalam kelompok separatis teroris (KST) atau yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM).

Yang tak kalah mengejutkan, dalam pengungkapan di Bojonegoro, ditemukan peluru produksi perusahaan pelat merah, PT Pindad, yang juga bakal dikirim ke kelompok separatis pimpinan Lerimayu Telenggen di Puncak Jaya, Mimika, Papua Tengah. Total sebanyak 982 butir amunisi disita aparat dari tangan Teguh.

Pertanyaan besar lainnya, bagaimana segitiga Bojonegoro-Sleman-Puncak Jaya terbentuk? Sleman, Jogjakarta, adalah tempat tinggal Adi Pamungkas, seorang satpam SMA yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menduga, pengadaan amunisi dari PT Pindad tersebut diduga didapatkan oleh para pelaku dari personel aktif.

”Masih kami selidiki profil yang sebenarnya siapa. Yang pasti didapatkan secara ilegal,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombespol Farman kepada Jawa Pos.

Dari keterangan yang didapatkan sementara ini, penyuplai tersebut berinisial R. Sosok tersebut diduga merupakan anggota TNI aktif dari salah satu kesatuan tentara di Jawa Barat.

Komunitas Pemburu

Para pelaku perakitan senpi, kata Farman, belajar secara otodidak. Teguh sebagai otak perakitan dalam kesehariannya hobi bergabung dalam komunitas berburu.

Berangkat dari hobi bongkar pasang senapan angin, dia kemudian beralih ke bongkar pasang senjata api rakitan.

Transisi keahlian tersebut dipelajari Teguh setelah dirinya mengenal Eko Sugiono, mantan personel Kodam XVIII/Kasuari.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menuturkan bahwa keduanya saling mengenal berkat komunitas berburu menggunakan senapan angin. Keduanya beberapa kali bertemu dalam kompetisi berburu di lingkup Jawa Timur.

”Khususnya pencinta pemburu wilayah barat Jawa Timur seperti Pacitan, Trenggalek, dan sekitarnya,” paparnya.

Dari perkenalan tersebut, Eko kemudian menyambungkan Teguh dengan rekannya eks sesama anggota di Kodam XVIII/Kasuari, Yuni Enumbi. Menurut Farman, pemesanan senpi dilangsungkan pada akhir 2024.

Dari penuturan pelaku, baru sekali mereka menyuplai senjata kepada Yuni. Teguh mengetahui bahwa senjata hasil rakitannya akan diedarkan kepada KST.

”Kalau ini otaknya Teguh, apakah mengetahui? Sangat mengetahui (senjata untuk KST),” beber eks Dirresnarkoba Polda Sumsel tersebut.

Berawal dari Penangkapan Yuni

Komplotan di Bojonegoro dan Jogja terungkap setelah Yuni Enumbi ditangkap polisi di Keerom, Papua, pada Kamis (6/3) pekan lalu.

Dari tangan mantan tentara itu, aparat menyita empat pucuk pistol jenis G2 Pindad, dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 V1 Pindad, dan ratusan butir amunisi dari berbagai kaliber.

Senjata-senjata tersebut disembunyikan di dalam tabung air kompresor dan dibungkus dalam paket suku cadang mobil untuk mengelabui petugas.

Aparat juga menyita barang bukti lainnya, di antaranya senapan angin, teleskop, peredam senapan angin, dan berbagai suku cadang senjata api.

Yuni juga pernah menengok langsung tempat perakitan senpi di Bojonegoro. Selain Yuni, mantan tentara lain yang juga terlibat dalam komplotan ini adalah Eko.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, dirinya bisa memastikan senjata dan amunisi yang dijual Yuni buatan Pindad. Tapi, bagaimana cara Yuni mendapatkannya, dia belum mengetahui.

”Hubungan Yuni dengan Jakarta seperti apa, saya tidak mengetahui,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin (14/3).

Selama ini TPNPB-OPM menggunakan berbagai senjata, entah bikinan Pindad atau bukan. Di antaranya, Armalite AR 15 buatan Amerika Serikat, M4 buatan Amerika Serikat, AK 47 buatan Rusia, serta SS1 dan SS2 buatan Pindad.

”Jenis senjata yang kami pakai bisa dilihat di foto,” ujarnya setelah mengirim sejumlah foto pasukan TPNPB-OPM yang menenteng berbagai senjata laras panjang dan pendek.

Dia mengatakan meminta maaf terhadap pendukung TPNPB-OPM yang memproduksi senjata di Bojonegoro.

Sebab, tertangkapnya mereka akibat Yuni Enumbi anggotanya yang tidak mampu menahan diri setelah tertangkap.

”Tradisi dari TPNPB-OPM itu kalau tertangkap sudah diam. Tapi, sepertinya Yuni Enumbi belum siap seperti itu,” paparnya.

Jawa Pos berupaya mengonfirmasi ke Wakil Direktur PT Pindad Sigit Santosa dan Humas Pindad Tuning Rudyati. Namun, hingga berita ini ditulis, keduanya tidak merespons. (*/ttg)

 

 

SEPERTI INI PEREDARAN SENJATA API ILEGAL

Terbentuknya Jaringan

- Teguh dan Eko tergabung di komunitas senapan angin. Pernah bertemu dalam ajang berburu di Jatim.

- Eko dan Yuni dulu rekan di Kodam XVIII/Kasuari. Eko memperkenalkan Yuni kepada Teguh.

- Yuni lalu memesan senpi rakitan kepada Teguh. Dia pernah meninjau lokasi pembuatan di Kalianyar, Kapas, Bojonegoro.

- Teguh merekrut dua orang lain sebagai perakit senpi, yaitu M. Kamaludin dan Pujiono.

- Transaksi melibatkan Adi Pamungkas yang diduga teman sesama komunitas senapan angin.

- Eko memperkenalkan Teguh dengan R yang diduga TNI aktif selaku penyuplai amunisi.

Peran Masing-Masing

- Yuni Enumbi: penyandang dana dan pemasok senjata

- Eko Sugiono: perantara dan penyimpan senjata

- Teguh Wiyono: pemasok dan distributor senjata

- M. Kamaludin: operator mesin perakitan senpi

- Pujiono: pembuat popor senjata

- Adi Pamungkas: penyimpan senjata dan amunisi

--------------------

Sumber: Polda Jatim

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#pindad #kelompok #amunisi #teroris #PAPUA #separatis #senjata api #pemesanan